Sorot JogjaPersik Kediri mengalami nasib buruk dalam turnamen pramusim yang berlangsung di Malaysia, dengan hasil yang mengecewakan dan pulang sebagai juru kunci. Tim yang dijuluki Macan Putih ini harus menghadapi dua kekalahan telak, termasuk dari klub Kamboja, Phnom Penh Crown FC, dengan skor 0-4 dan Jurong FC dari Singapura dengan skor 0-1. Hasil ini menjadi sinyal peringatan bagi pelatih Marcos Reina dan timnya menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027.

Dalam turnamen yang diadakan di Stadion Hang Jebat, Melaka, pada tanggal 15 Agustus, Persik Kediri sebenarnya memberikan perlawanan cukup baik di babak pertama melawan Phnom Penh Crown. Namun, pertahanan yang rapuh membuat mereka kebobolan pada menit ke-33 melalui gol Long Phearath. Setelah jeda, situasi semakin memburuk ketika Eam Ratana dan Daniel Bares menambah pundi gol untuk tim lawan.

Baca juga:

Pelatih Marcos Reina mengakui bahwa kekalahan ini memberikan pelajaran berharga bagi timnya. “Kami menghadapi lawan yang kuat dan sulit. Ini adalah bagian dari proses pembentukan tim, dan kami perlu evaluasi lebih dalam untuk meningkatkan performa,” ujarnya. Sementara itu, gelandang anyar Persik, Zanadin Fariz, menambahkan bahwa meskipun hasilnya buruk, pengalaman bertanding melawan tim-tim yang lebih baik dari ASEAN akan sangat membantu mereka ke depan.

Reina juga menggarisbawahi pentingnya pembenahan dalam lini pertahanan dan penyelesaian akhir. Dari dua pertandingan tersebut, Persik tidak berhasil mencetak satu gol pun, yang menunjukkan bahwa masih banyak yang harus diperbaiki sebelum kompetisi resmi dimulai.

Di tengah situasi ini, manajemen Persik Kediri berusaha memperkuat skuad dengan mendatangkan gelandang asal Portugal, Eduardo Barbosa. Keputusan ini diambil untuk menambah daya gedor di lini tengah yang selama ini dinilai kurang efektif. Barbosa, yang sebelumnya bermain untuk PSBS Biak, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dan meningkatkan kreativitas permainan tim.

Baca juga:

Dengan pelajaran penting yang ditemukan dari pengalaman pahit di Malaysia, Persik Kediri diharapkan dapat segera berbenah dan menunjukkan performa yang lebih baik di kompetisi mendatang. Tim pelatih dan pemain diharapkan dapat memanfaatkan waktu yang tersisa menjelang kick-off liga untuk memperbaiki segala kekurangan.

Dengan semangat baru dan komitmen untuk belajar dari kekalahan, Persik Kediri berharap dapat bangkit dari keterpurukan ini dan bersaing dengan lebih baik di BRI Super League 2026/2027.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: