Sorot Jogja – Iran siap balas setimpal jika dibom nuklir AS [titlebase], pernyataan tegas ini disampaikan oleh Fada Hossein Maleki, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, di tengah ketegangan yang meningkat antara Washington dan Teheran. Maleki menegaskan bahwa jika Amerika Serikat menggunakan senjata nuklir terhadap Iran, maka Teheran akan memberikan respons yang sepadan, bahkan melampaui serangan tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Maleki menyatakan, “Apa pun yang digunakan AS, Iran akan meresponsnya.” Pernyataan ini muncul setelah laporan media yang mempertimbangkan kemungkinan serangan nuklir AS terhadap Iran. Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan militer lebih lanjut dari AS dapat memicu reaksi yang lebih besar dari Iran, karena negara tersebut kini mengadopsi strategi pencegahan aktif dan ofensif.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, juga memberikan peringatan serupa kepada negara-negara Teluk yang mendukung kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Abdollahi menekankan bahwa keterlibatan negara-negara Teluk dalam membantu AS akan dianggap sebagai keterlibatan langsung dan dapat memicu respons dari Iran. “Setiap dukungan kepada pasukan AS akan kami pantau dan tanggapi dengan tegas,” ujarnya.
Ketegangan ini semakin meningkat pasca pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim tidak ada perundingan yang sedang berlangsung dengan Iran. Trump sebelumnya memiliki kesepakatan yang ditandatangani dengan Iran pada bulan Juni, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan membuka jalur dialog. Namun, kesepakatan tersebut terhambat oleh perselisihan mengenai pelaksanaan komitmen yang belum dipenuhi oleh AS, termasuk isu strategis di Selat Hormuz.
Maleki juga menegaskan bahwa Iran tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum AS memenuhi komitmennya. Ia mengungkapkan bahwa Iran memiliki opsi untuk merespons setiap serangan yang dilakukan oleh AS, termasuk opsi untuk menyerang aset militer AS di Eropa jika situasi semakin memburuk. Negara-negara seperti Bulgaria dan Siprus, yang menjadi tempat pangkalan militer AS, diidentifikasi sebagai target potensial jika serangan terjadi.
Dalam konteks yang lebih luas, Iran telah memperkuat persiapan militernya dan mengembangkan alutsista yang belum diungkap ke publik. Maleki mengindikasikan bahwa banyak kemampuan militer Iran yang masih dirahasiakan, dan ini menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi tekanan dari luar negeri. “Iran telah beralih dari sikap defensif menjadi lebih ofensif, dan kami siap menghadapi segala bentuk agresi,” tambahnya.
Dengan meningkatnya ancaman ketegangan ini, banyak pengamat internasional yang khawatir bahwa langkah gegabah dari salah satu pihak dapat memicu konflik berskala besar yang bisa melibatkan lebih banyak negara. Masyarakat internasional kini tengah mengamati dengan seksama perkembangan situasi ini, mengingat dampak yang dapat ditimbulkan oleh setiap tindakan militer yang diambil oleh AS atau Iran.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
