Sorot JogjaGempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah laut di barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis malam, 20 Agustus 2026. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 21:36:33 WIB, dengan pusat gempa terletak sekitar 80 kilometer barat daya Pangandaran dan kedalaman 17 kilometer.

Episenter gempa teridentifikasi pada koordinat 8,09 derajat Lintang Selatan (LS) dan 107,88 derajat Bujur Timur (BT). BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban akibat guncangan tersebut.

Baca juga:

Selain kejadian di Pangandaran, wilayah Yogyakarta juga mengalami beberapa guncangan gempa pada hari yang sama. Pada sore harinya, sekitar pukul 17:20 WIB, gempa bermagnitudo 3,5 mengguncang daerah Yogyakarta. Pusat gempa berada sekitar 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer. Getaran gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga di Bantul, Sleman, Klaten, dan Magelang, dengan intensitas III MMI di Bantul.

Warga yang merasakan guncangan segera berhamburan keluar rumah, termasuk di kawasan Umbulharjo, Yogyakarta. Mutia, salah satu warga, mengungkapkan, “Guncangannya terasa sekali. Saya dan anak-anak langsung ke luar mencari ruang terbuka.” BMKG mencatat bahwa informasi awal mengenai parameter gempa diutamakan agar segera diterima oleh masyarakat.

Tidak hanya itu, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) juga dilanda serangkaian gempa susulan setelah gempa berkekuatan 7,7 pada 15 Agustus lalu. Hingga saat ini, sudah tercatat sebanyak 3.422 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. BMKG mencatat bahwa pada pagi hari yang sama, gempa susulan dengan magnitudo 5,8 mengguncang Pulau Flores, di mana warga dilaporkan berlarian keluar rumah.

Baca juga:

BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pengamat BMKG, Wijayanto, menyatakan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui saluran komunikasi resmi yang telah terverifikasi. “Pastikan untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG tentang kondisi gempa yang terjadi,” tambahnya.

Berbagai gempa yang terjadi di Indonesia dalam waktu singkat ini menunjukkan perlunya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam. BMKG terus memantau aktivitas seismik dan memberikan informasi terbaru kepada publik.

Gempa bumi merupakan peristiwa alam yang tidak terduga dan bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil saat terjadi gempa, seperti mencari tempat yang aman dan tidak panik.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.