Sorot Jogja – Presiden Kolombia sebut 188 orang masih hilang, 5.000 rumah rusak dan tiga rumah sakit runtuh [titlebase] setelah gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang negara tersebut pada Senin, 11 Agustus 2026. Gempa ini tidak hanya menyebabkan kerugian jiwa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur vital di beberapa wilayah, terutama di Departemen Choco, Valle del Cauca, Risaralda, Quindio, dan Caldas.

Menurut pernyataan resmi dari Presiden Abelardo de la Espriella, kerugian langsung akibat bencana ini diperkirakan mencapai 30 triliun peso, setara dengan sekitar 7,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp133 triliun. Kerugian tersebut mencakup 24,5 triliun peso yang merupakan kerusakan pada bangunan dan 5,5 triliun peso pada infrastruktur. Angka ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berjalannya waktu dan proses survei di daerah yang terdampak.

Baca juga:

Dalam pidatonya, Presiden Kolombia menegaskan bahwa pemerintah akan segera mengambil langkah-langkah untuk menangani dampak gempa ini. Guna mengoordinasikan proses pemulihan, pemerintah akan membentuk Dana Milagro (Milagro Fund). Dana ini akan bertugas menjalankan rencana pemulihan terpadu yang mengadopsi pengalaman dari Dana Forec (Forec Fund) yang sukses pada tahun 1999 setelah gempa besar di kawasan Sabuk Kopi.

Presiden De la Espriella juga mengimbau kepada industri konstruksi untuk berpartisipasi aktif dalam perbaikan hunian warga yang rusak. Dia mendorong bank-bank untuk menurunkan suku bunga agar keluarga yang terdampak dapat membangun kembali atau membeli rumah baru. Untuk keluarga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah menjanjikan berbagai bentuk bantuan, termasuk subsidi sewa rumah, pemotongan tagihan listrik dan air, serta program pembangunan hunian baru dan perbaikan rumah yang rusak.

Baca juga:

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa banyak warga yang sangat membutuhkan bantuan segera. Dengan 188 orang yang masih hilang dan kerusakan yang meluas, mobilisasi bantuan dari berbagai pihak, termasuk Palang Merah Kolombia, sangat penting untuk memastikan kebutuhan dasar seperti makanan dan perlengkapan darurat dapat terpenuhi. Anggota Palang Merah telah berupaya menyalurkan bantuan kepada mereka yang terkena dampak, namun tantangan besar tetap ada mengingat skala kerusakan yang dialami.

Pemerintah Kolombia di bawah kepemimpinan Presiden de la Espriella berkomitmen untuk memastikan bahwa proses pemulihan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Dengan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan langkah-langkah yang diambil dapat membantu negara ini bangkit dari bencana dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi semua yang terdampak.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.