Sorot JogjaBMKG ungkap El Nino saat ini masuk level kuat, minta antisipasi 2 hal ini [titlebase]. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi fenomena El Nino yang tergolong kuat. Fenomena ini diprediksi akan berdampak signifikan pada pola cuaca dan curah hujan di seluruh wilayah tanah air. Dengan indeks El Nino mencapai angka 1,56, kondisi ini berpotensi memicu kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sejak akhir Juni 2026, suhu muka laut di Pasifik tengah-timur mengalami pemanasan yang signifikan, yang diperkirakan akan berlanjut hingga puncak fenomena ini pada Desember 2026 atau Januari 2027. Hal ini diungkapkan dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan di Pusat Perubahan Iklim (PPI) Institut Teknologi Bandung. Djoko Santoso, Kepala Pusat Perubahan Iklim ITB, menyatakan bahwa frekuensi fenomena El Nino yang kuat kemungkinan akan meningkat seiring dengan isu perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan.

Baca juga:

BMKG ungkap El Nino saat ini masuk level kuat, minta antisipasi 2 hal ini [titlebase], yaitu meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran lahan. Di Jawa Timur, prakirawan BMKG memperingatkan bahwa kondisi ini dapat membuat musim kemarau menjadi lebih kering, dengan hari tanpa hujan yang lebih panjang. Linda Fitrotul, seorang prakirawan dari BMKG Stasiun Klimatologi Jatim, menjelaskan bahwa suhu muka laut di Samudera Pasifik timur telah menunjukkan anomali yang signifikan, di mana nilai Nino 3.4 berada di atas 2 derajat Celsius.

Di Sumatera Selatan, dampak dari El Nino yang kuat telah terasa dengan berkurangnya curah hujan yang signifikan. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menegaskan bahwa kombinasi antara El Nino dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang juga berada dalam fase positif akan memperburuk kondisi kekeringan. Kedua fenomena ini berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih parah, mirip dengan kejadian di tahun 1997-1998 yang mengakibatkan kerugian besar bagi sektor pertanian.

Menurut BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode ini, intensitas kekeringan diperkirakan akan mencapai titik tertinggi. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, serta memastikan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian tetap terjaga.

Baca juga:

Secara global, El Nino yang kuat ini juga menjadi sorotan, dengan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan suhu permukaan laut saat ini berada sekitar tiga derajat Celsius di atas kondisi normal. Hal ini dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia, memperburuk situasi yang sudah tertekan akibat perubahan iklim.

BMKG ungkap El Nino saat ini masuk level kuat, minta antisipasi 2 hal ini [titlebase] sebagai langkah preventif yang sangat diperlukan. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari BMKG dan lembaga terkait mengenai kondisi cuaca dan iklim yang terus berubah. Dengan pengetahuan dan persiapan yang baik, masyarakat dapat lebih siap menghadapi tantangan yang dihadirkan oleh fenomena alam ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: