Sorot Jogja – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, dengan kenaikan mencapai 1,59% ke level 6.401,89. Meskipun banyak yang mengaitkan lonjakan ini dengan pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Paripurna MPR dan DPR, Bos BEI bantah pidato Prabowo pengaruhi pergerakan IHSG [titlebase].

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan penurunan defisit anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi 2,40% dari Produk Domestik Bruto (PDB), menurun dari 2,68% pada APBN 2026. Hal ini disambut baik oleh pelaku pasar yang optimis terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai enam persen pada tahun depan.

Baca juga:

Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa pengumuman tersebut memenuhi ekspektasi investor. Ia menyatakan, “Defisit yang menyempit, ditambah adanya ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar enam persen, tentu memenuhi harapan pelaku pasar dan investor.”

Hasilnya, IHSG ditutup menguat 100,12 poin, dan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,12 poin. Bos BEI bantah pidato Prabowo pengaruhi pergerakan IHSG [titlebase], menekankan bahwa faktor utama di balik kenaikan tersebut lebih berkaitan dengan kinerja fundamental emiten dan sentimen positif pasar.

Beberapa emiten yang mencatatkan kenaikan signifikan pasca pidato Prabowo antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang mengalami kenaikan laba bersih hingga 408,9% pada semester pertama 2026. Sementara itu, PT Garuda Indonesia (GIAA) dan PT Timah (Persero) Tbk (TINS) juga menunjukkan performa yang baik, dengan TINS melaporkan laba yang meningkat hingga 900% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:

Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 334 saham menguat, sementara 268 saham mengalami penurunan, dan 191 saham tidak bergerak. Total nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp 12,43 triliun dengan volume mencapai 32,44 miliar saham.

Di sisi lain, meskipun banyak pihak yang berpendapat bahwa pidato Prabowo berperan dalam penguatan IHSG, Bos BEI tetap menegaskan bahwa pergerakan pasar saham tidak sepenuhnya dapat dianggap dipengaruhi oleh satu pernyataan atau pidato. Hal ini menunjukkan kompleksitas dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen global dan kondisi ekonomi domestik.

Sebagai penutup, Bos BEI bantah pidato Prabowo pengaruhi pergerakan IHSG [titlebase] dan mendorong pelaku pasar untuk tetap fokus pada kinerja dan fundamental masing-masing emiten serta tren ekonomi yang lebih luas.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.