Sorot Jogja – BGN punya tunggakan Rp 1,6 triliun pada tahun anggaran 2025, ini rinciannya
Badan Gizi Nasional (BGN) menghadapi persoalan baru di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, ratusan proyek pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi dilaporkan terhenti akibat persoalan pembayaran. Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan SPPG APBN 2025 menyebut sedikitnya 315 proyek pembangunan dapur SPPG terdampak karena pembayaran belum diselesaikan sejak tahun 2025.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar proyek tidak dapat dilanjutkan, sementara sejumlah dapur yang telah selesai dibangun juga belum bisa dioperasikan. Forum bahkan memberikan tenggat waktu hingga akhir Agustus 2026 kepada BGN untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran. Jika tidak ada kepastian, mereka menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.
Ketua Forum Komunikasi Kontraktor Pembangunan SPPG APBN 2025, Arifin Nababan, mengatakan nilai pembayaran yang belum diterima kontraktor diperkirakan mencapai Rp800 miliar. Dari 315 proyek, 244 berhenti di tengah jalan dan 71 dapur yang selesai belum dapat beroperasi. Kontraktor memberi tenggat hingga akhir Agustus 2026 sebelum menempuh gugatan ke pengadilan.
Arifin Nababan juga menyebut, dari total 315 titik pembangunan SPPG, hanya 71 titik yang sudah rampung 100 persen. Sisanya sebanyak 244 titik terpaksa dihentikan pengerjaannya di tengah jalan karena belum adanya pembayaran. ‘Itupun 71 yang sudah jadi tidak bisa beroperasi, jadi seperti proyek mangkrak karena belum ada BAST (Berita Acara Serah Terima) dengan BGN, jadi kami masih harus membayar tagihan listrik, keamanan, pemeliharaan. Untuk listrik saja per bulan bayarannya Rp 3 juta. Kami sudah tidak mampu,’ ucap Arifin.
Bahkan, Arifin menjelaskan, dari total 315 SPPG yang pembayarannya bermasalah, sekitar 75 diantaranya masih belum menerima uang sama sekali sejak awal pembangunan di tahun 2025. ‘Sekitar 25% itu dari badan usaha itu tidak dapat uang muka sama sekali. Padahal semua persyaratan telah kita lakukan, baik itu jaminan uang penawaran maupun dokumen-dokumen lain,’ ujar Arifin.
BGN punya tunggakan Rp 1,6 triliun pada tahun anggaran 2025, ini rinciannya. Masalah baru BGN muncul setelah 315 proyek dapur MBG dilaporkan mangkrak akibat pembayaran tertunda. Kontraktor mengancam tempuh jalur hukum.
Sementara itu, BGN belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan tersebut. BGN punya tunggakan Rp 1,6 triliun pada tahun anggaran 2025, ini rinciannya. Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menghadapi persoalan baru di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, ratusan proyek pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tulang punggung distribusi makanan bergizi dilaporkan terhenti akibat persoalan pembayaran.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
