Sorot Jogja – Warga RW 08 Menteng Jaya, Jakarta Pusat, kini menghadapi tantangan baru setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi melarang penggunaan lahan miliknya untuk kegiatan Liga Aspal. Larangan ini mengundang reaksi dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang berkomitmen menyediakan alternatif bagi masyarakat.
Permintaan pembersihan lahan tidur yang terletak dekat lokasi Liga Aspal telah disampaikan oleh Ketua Karang Taruna RW 08, Andicka Prasetia, atau akrab disapa Odoy. Ia menyatakan bahwa lahan tersebut selama bertahun-tahun dibiarkan terbengkalai dan penuh semak belukar, yang tidak hanya menimbulkan masalah kebersihan tetapi juga mengundang bahaya, termasuk kemunculan ular.
Odoy menjelaskan bahwa usulan untuk mengalihfungsikan lahan tersebut menjadi lapangan serbaguna untuk kegiatan warga ditolak oleh KAI. “Daripada lahan itu kotor dan kumuh, lebih baik kami manfaatkan untuk bermain bola, senam, dan aktivitas lainnya,” ujarnya. Namun, keinginan warga untuk memanfaatkan lahan itu tidak mendapat persetujuan dari KAI.
KAI tak izinkan warga Menteng gunakan lahan untuk Liga Aspal karena kawasan tersebut merupakan bagian dari Ruang Milik Jalur Kereta Api (ROW) yang memiliki fungsi khusus untuk keamanan operasional kereta api. Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, menegaskan bahwa penggunaan lahan di sekitar rel kereta memiliki risiko tinggi, baik bagi pemain maupun penonton, serta dapat mengganggu operasional kereta api. “Keselamatan adalah prioritas utama KAI,” tegasnya.
Menanggapi larangan tersebut, Gubernur Pramono Anung memastikan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan lokasi alternatif. Ia menyebutkan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Borobudur dan Lapangan Sepak Bola Borobudur sebagai pengganti yang layak untuk kegiatan Liga Aspal. “Kami akan menyempurnakan fasilitas di RPTRA dan Lapangan Borobudur yang siap digunakan masyarakat untuk berolahraga,” kata Pramono.
Pramono juga menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi anak-anak Jakarta untuk berolahraga, meskipun KAI memiliki kewenangan penuh atas aset tersebut. “Kami menghormati kebijakan KAI, namun anak-anak Jakarta tetap membutuhkan sarana olahraga,” imbuhnya.
Dalam upaya meningkatkan fasilitas olahraga di Jakarta, Pramono menambahkan bahwa DKI Jakarta saat ini memiliki sekitar 47 lapangan sepak bola, termasuk 14 stadion. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lapangan-lapangan yang ada agar lebih layak digunakan oleh masyarakat.
Dengan adanya langkah-langkah alternatif ini, diharapkan anak-anak di Menteng Jaya tetap dapat melanjutkan aktivitas olahraga mereka meskipun lahan yang mereka gunakan sebelumnya telah ditutup. KAI tak izinkan warga Menteng gunakan lahan untuk Liga Aspal, Pramono ambil langkah yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka untuk berolahraga.
Di tengah perdebatan ini, penting untuk diingat bahwa keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. KAI berupaya melindungi keselamatan perjalanan kereta api, sementara Pemprov DKI berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat akan ruang olahraga. Kedua pihak diharapkan dapat menemukan jalan tengah yang saling menguntungkan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
