Sorot Jogja – Putaran kedua SEA V Cup 2026 telah berlalu, dan Kamboja gagal untuk mencapai semifinal. Kontroversi usap tangan sebelum semifinal telah menjadi perhatian bagi para penggemar voli di Thailand.

Kamboja telah memiliki sejarah yang panjang dalam pertemuan dengan Indonesia. Dari SEA Games hingga ASEAN Cup, kedua negara telah bertemu beberapa kali. Namun, pada putaran kedua SEA V Cup 2026, Kamboja tidak dapat menandingi kekuatan Thailand.

Baca juga:

SEA V Cup 2026 Leg 2 di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, meninggalkan cerita berbau kontroversi. Kontroversi Leg 2 SEA V Cup 2026 yang rampung akhir pekan lalu melibatkan timnas voli putra Kamboja dengan Thailand, yang memang secara kondisi geopolitik kedua negara tidak baik-baik saja.

Volimania Thailand merasa pemainnya diperlakukan tidak sportif oleh pemain Kamboja pada semifinal. Pada semifinal yang berlangsung 25 Juli, di mana Thailand memetik kemenangan 3-0 (25-18, 25-19, 25-18) atas Kamboja, diawali dengan momen yang dianggap tak menyenangkan oleh volimania negeri Gajah Putih.

Menukil dari laman Thaiger, sesaat sebelum pemain Kamboja bersalaman dengan pemain Thailand, Veasna dkk. menguasap tangannya ke bagian bawah sepatu. Tindakan itu dilakukan tidak hanya sekali, namun berulang kali. Media Thailand lainnya, MGR, juga merilis artikel yang sama dengan judul "tindakan keterlaluan oleh pemain Kamboja."

Baca juga:

Video aksi tak sportif dari pemain Kamboja, sontak menjadi bahan perbincangan di kalangan voli mania Thailand. Dan bahkan, mantan pemain timnas voli putra Thailand, Kissada Nilsawai, juga bereaksi atas kejadian tersebut.

Putaran kedua SEA V Cup 2026 telah meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan bagi para penggemar voli. Kontroversi usap tangan sebelum semifinal telah menjadi topik perbincangan yang hangat di kalangan penggemar voli.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: