Sorot Jogja – Meski rupiah sentuh Rp 18.000, Purbaya sebut rating S&P sinyal ekonomi kuat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, meskipun nilai tukar rupiah mengalami tekanan, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kementerian Keuangan, Purbaya menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi sehat dan ekspansif, yang merupakan salah satu faktor utama di balik keputusan S&P Global Ratings untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

“Keputusan S&P tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan pengelolaan fiskal pemerintah. Hal ini juga meredam spekulasi di pasar mengenai penurunan peringkat kredit Indonesia,” ungkap Purbaya pada Selasa, 21 Juli 2026. Dia mencatat bahwa rumor mengenai pemangkasan peringkat kredit sempat beredar pada awal bulan dan menyebabkan tekanan di pasar saham.

Baca juga:

Dalam konferensi pers yang sama, Purbaya mengungkapkan bahwa realisasi belanja negara mencapai Rp 1.656 triliun pada semester pertama 2026, tumbuh 17,8% secara tahunan. Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. “Pemerintah mengakselerasi realisasi belanja sejak awal tahun agar dampaknya terhadap perekonomian lebih merata sepanjang tahun ini,” tambahnya.

Purbaya juga membahas pencapaian rating utang Indonesia yang meraih peringkat AAA dari lembaga pemeringkat China, Lianhe Credit Rating. Peringkat ini mencerminkan fundamental ekonomi yang kuat dan rasio utang yang aman, yang mempermudah pemerintah untuk menerbitkan surat utang di pasar modal China. “Kita emang jago, orang Indonesia saja yang tak percaya,” tegasnya.

Pemerintah berencana menerbitkan Panda Bond senilai 1 miliar dolar AS pada 23 Juli 2026, sebagai langkah awal menjajaki pasar surat utang di China. Purbaya optimis penerbitan ini akan mendapatkan respons positif dari investor. “Dengan peringkat AAA ini, kami berharap penerbitan surat utang Indonesia di pasar China tidak akan mengalami kesulitan,” ujarnya.

Baca juga:

Hal ini menunjukkan bahwa meski rupiah sentuh Rp 18.000, Purbaya sebut rating S&P sinyal ekonomi kuat, dan pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi. Purbaya juga mencermati bahwa isu mengenai pemangkasan rating oleh S&P awalnya sengaja disebar untuk membuat IHSG anjlok, namun kenyataannya S&P menegaskan kepercayaannya terhadap pengelolaan keuangan pemerintah.

Dengan semua langkah ini, pemerintah berharap dapat terus memperkuat posisi Indonesia di mata investor global dan menjaga kepercayaan pasar, serta memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan yang positif.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: