Sorot Jogja – SITUASI di kawasan Teluk semakin memanas setelah AS gempur pertahanan pantai Iran, Teheran sebut sedang hadapi ‘perang eksistensial‘. Militer Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat dalam serangkaian serangan yang kini telah memasuki hari keenam. Ketegangan ini juga mengancam kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
Komando Pusat AS, atau Central Command (Centcom), melaporkan bahwa mereka telah melancarkan serangan selama enam jam di berbagai lokasi di Iran. Serangan ini ditujukan untuk melemahkan kemampuan Iran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran strategis bagi pengiriman energi global. Target serangan termasuk pusat komando, situs pertahanan udara, serta fasilitas pengawasan pantai di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Tunb Besar.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa suara ledakan terdengar di seluruh penjuru negeri dan sistem pertahanan udara di Teheran diaktifkan untuk merespons serangan tersebut. Merasa terancam, Teheran langsung meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS yang berada di negara-negara tetangga, termasuk Yordania, Kuwait, dan Bahrain.
Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam sebuah podcast baru-baru ini menuduh bahwa sejumlah pejabat di Israel berusaha memperpanjang konflik dengan Iran. Vance mengklaim bahwa ada upaya untuk memanipulasi opini publik di AS agar perang dengan Iran berlanjut tanpa batas waktu. Ia menegaskan bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan tetap melanjutkan kampanye militer terhadap Iran, terlepas dari pengaruh Israel, karena keyakinan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Konflik ini telah menyebabkan Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga intervensi AS di kawasan tersebut berakhir. Sejak serangan pertama terjadi pada 8 Juli, pihak AS mengklaim serangan tersebut sebagai balasan terhadap tindakan Iran yang dianggap mengancam kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Teheran menyebut bahwa mereka sedang menghadapi ‘perang eksistensial’, menegaskan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS merupakan ancaman langsung terhadap kedaulatan dan keamanan nasional Iran. Pemerintah Iran berkomitmen untuk mempertahankan wilayahnya dan melindungi kepentingan rakyatnya di tengah meningkatnya agresi militer dari pihak AS.
Dengan ketegangan yang terus meningkat, masyarakat internasional mengawasi perkembangan ini dengan cermat, khawatir bahwa konflik yang lebih luas dapat meletus jika tidak ada langkah diplomatik yang diambil untuk meredakan situasi. Keduanya, AS dan Iran, tampaknya terjebak dalam siklus balas dendam yang dapat berujung pada konsekuensi yang lebih parah di kawasan ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
