Sorot Jogja – Mobil listrik Honda Super-ONE meluncur di Indonesia hari ini [titlebase], menandai debutnya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang. Peluncuran ini merupakan langkah strategis Honda dalam memperkuat posisinya di pasar kendaraan elektrifikasi, sekaligus menjadi pionir bagi model listrik Honda di kawasan Asia Tenggara.

Honda Super-ONE dirancang dengan mengedepankan desain modern dan performa yang tetap mengusung karakter fun to drive, nilai yang telah menjadi identitas Honda selama ini. Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor, menyatakan bahwa meski memasuki era elektrifikasi, Honda tetap ingin memberikan pengalaman berkendara yang emosional dan menyenangkan.

Baca juga:

“Honda selama ini identik dengan kultur engineering, performa, dan komunitas yang menikmati mobil sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas mereka. Honda Super-ONE merupakan evolusi berikutnya dari kultur tersebut, dengan tetap mempertahankan karakter fun to drive,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Peluncuran mobil listrik Honda Super-ONE ini juga bertepatan dengan target ambisius Astra Honda Motor (AHM) untuk menjual 1 juta unit sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2030. Meski begitu, AHM memilih untuk bersikap realistis terhadap pencapaian target tersebut. Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi Putro, mengungkapkan bahwa realisasi penjualan tidak hanya bergantung pada ambisi, tetapi juga pada perkembangan pasar yang nyata.

“Ya, kita mesti realistis juga. Karena ambisi itu satu hal, tetapi ketika realisasi, kita juga melihat penerimaan dari pasar,” ujarnya. Dengan waktu tersisa sekitar tiga setengah tahun menuju 2030, Honda tampaknya ingin memperkuat posisinya di pasar mobil listrik Indonesia yang semakin kompetitif.

Baca juga:

Dalam konteks persaingan, Honda Super-ONE harus menghadapi tantangan dari merek-merek lain seperti BYD dan Wuling yang telah lebih dahulu hadir di segmen mobil listrik. Di Jepang, Honda Super-ONE dijual dengan harga sekitar Rp378 juta, namun harga di Indonesia masih belum diumumkan. Tanpa adanya subsidi dari pemerintah Indonesia, kemampuan Honda untuk menawarkan harga yang kompetitif menjadi sorotan.

“Kita harus melihat apakah Honda bisa bersaing dengan harga yang ditawarkan oleh BYD Atto 1 dan Wuling Air EV yang masing-masing berkisar antara Rp199 juta hingga Rp307 juta,” kata pengamat otomotif.

GIIAS 2026 diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya memperkenalkan model baru, tetapi juga mengumumkan harga resmi dari berbagai kendaraan, termasuk Honda Super-ONE. Keberadaan lebih dari 65 merek global di pameran ini menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi semakin mendominasi pasar otomotif Indonesia, sejalan dengan meningkatnya minat konsumen terhadap teknologi ramah lingkungan.

Baca juga:

Dengan peluncuran mobil listrik Honda Super-ONE meluncur di Indonesia hari ini [titlebase], Honda berupaya untuk memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik di tanah air dan mengukuhkan posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.