Sorot Jogja – Video viral yang menunjukkan seorang calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merayap di got sambil memegang pagai senjata telah menarik perhatian publik. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dengan tegas menyatakan bahwa video tersebut adalah hoaks, menegaskan bahwa pelatihan untuk manajer Kopdes tidak melibatkan kegiatan militeristik seperti yang ditampilkan dalam video.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan program ambisius yang dicanangkan oleh Kementerian Koperasi untuk membangun 35.000 unit Kopdes di seluruh Indonesia. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa sebanyak 19.539 unit saat ini sedang dalam tahap konstruksi dan 15.845 unit sudah rampung. Pelatihan bagi manajer koperasi diharapkan selesai pada Agustus 2026, bersamaan dengan peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto.
Namun, video viral yang menunjukkan aktivitas calon manajer Kopdes dalam situasi yang tidak biasa ini memicu berbagai reaksi negatif dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan relevansi dari pelatihan yang dilakukan, terutama ketika video tersebut menunjukkan situasi yang berlebihan dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ferry Juliantono merespons kritik ini dengan mengatakan bahwa video tersebut adalah masukan yang konstruktif. Ia menegaskan bahwa Kementerian Koperasi akan melakukan evaluasi terkait lokasi-lokasi koperasi yang dianggap terpencil. Menurutnya, keberadaan bangunan di lokasi yang dianggap tidak strategis tidak sebanyak yang diperkirakan, namun akan tetap ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala Kodam XXI/Radin Inten, Letkol Inf Ranoviandy Chairul, menambahkan bahwa lokasi Koperasi Merah Putih di Pekon Sidokaton, Kabupaten Tanggamus, Lampung, merupakan hasil musyawarah desa dan telah dilengkapi dengan berita acara sebagai dasar legalitas. Ia menekankan bahwa video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sudut tertentu yang menciptakan persepsi keliru tentang lokasi koperasi tersebut.
Dalam klarifikasi yang dilakukan, Indrio Basuki, Kepala Pekon Sidokaton, menyatakan bahwa bangunan Koperasi Merah Putih berada di tengah permukiman warga dan tidak jauh dari jalan utama. Menurutnya, informasi yang menyebutkan bahwa koperasi tersebut berada di bawah Gunung Tanggamus adalah tidak benar.
Dengan adanya kontroversi ini, pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki proses komunikasi kepada masyarakat agar informasi yang diterima lebih akurat dan tidak menimbulkan salah paham. Diharapkan, evaluasi dan solusi yang diambil dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap program ini.
Viral Video Calon Manajer Kopdes Latsar Merayap di Got dan Pagai Senjata, Kemenhan Pastikan Hoaks [titlebase] menjadi pengingat bahwa setiap informasi yang beredar perlu ditelaah dengan kritis.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
