Sorot Jogja – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 Juli 2026. Momen bersejarah ini tidak hanya menjadi titik awal baru bagi perusahaan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, tetapi juga menjadi ajang bagi Nagita untuk bereaksi terhadap isu pencucian uang yang sempat menerpa suaminya.
Dalam konferensi pers yang diadakan di gedung BEI, Nagita Slavina, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RANS, menjelaskan bahwa penurunan pendapatan perusahaan selama dua tahun berturut-turut, yaitu dari Rp437,81 miliar di 2023 menjadi Rp410,50 miliar di 2024, serta Rp353,38 miliar di 2025, merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan yang berasal dari aktivitas mereka sebagai brand ambassador. “Kami ingin menunjukkan bahwa RANS bukan hanya tentang kami berdua,” tuturnya.
Di tengah kondisi pasar saham yang bergejolak, IPO RANS menjadi langkah berani. Saham RANS langsung mengalami kenaikan signifikan, menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan. Nagita mengungkapkan keyakinannya bahwa keputusan untuk IPO ini adalah cerminan dari mimpi yang telah mereka bangun selama lima tahun terakhir.
“Kami memulai dari sebuah kamera, keinginan untuk berbagi cerita, dan dukungan keluarga. Hari ini adalah bukti bahwa mimpi yang tampaknya jauh dapat terwujud dengan kerja keras dan doa,” pungkasnya dengan emosional.
Selain membahas perjalanan perusahaan, Nagita Slavina juga menanggapi isu pencucian uang yang sering dikaitkan dengan Raffi Ahmad. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut seharusnya membuka mata semua pihak untuk melihat usaha nyata yang telah mereka lakukan dalam membangun RANS. “Kami berkomitmen untuk transparan dan membuktikan bahwa RANS adalah perusahaan yang sah dan berintegritas,” tambahnya.
Acara peluncuran IPO ini dihadiri oleh banyak artis dan tokoh bisnis, termasuk Ariel Noah, Gading Marten, dan Boy Thohir, menambah kemeriahan momen tersebut. Raffi Ahmad, saat berbagi rasa syukur melalui media sosial, mengungkapkan bahwa pencatatan saham RANS adalah amanah yang harus mereka jaga, bukan alasan untuk berpuas diri.
Selain itu, Nagita juga menyampaikan bahwa RANS akan terus berfokus pada pengembangan bisnis berbasis kekayaan intelektual dan pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan. Dengan kontribusi pendapatan dari lini bisnis nonmedia yang meningkat signifikan, RANS berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pendapatan yang berasal dari aktivitas mereka sebagai brand ambassador.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama Gen Z, yang semakin terbuka terhadap peluang bisnis di sektor hiburan. Dengan berbagai strategi yang diterapkan, Nagita dan Raffi berharap RANS dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, RANS melantai di Bursa Efek bukan hanya sekadar langkah bisnis, tetapi juga simbol dari perjalanan panjang dan perjuangan pasangan ini dalam mewujudkan mimpi, sambil menanggapi isu pencucian uang yang sempat mengganggu reputasi mereka. RANS berkomitmen untuk menjadi perusahaan yang transparan dan berintegritas di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
