Sorot Jogja – Jakarta – Jenazah pilot Nicholas F. Goselin yang ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua telah diserahkan kepada PT Associated Mission Aviation (AMA) untuk diterbangkan ke kampung halamannya di Kentucky, Amerika Serikat. Penyerahan jenazah ini terjadi setelah insiden tragis yang melibatkan pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot berusia 29 tahun tersebut di Bandara Balinggama, Kabupaten Yahukimo.
Menurut Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, pengiriman jenazah Nicholas difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Nicholas yang telah bergabung dengan PT AMA selama tiga tahun, merupakan sosok yang dikenal baik dan berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai pilot. Sejak insiden ini, maskapai AMA menghentikan seluruh aktivitas penerbangan sebagai bentuk berkabung atas kehilangan yang mendalam.
Pembakaran pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter dengan nomor registrasi PK-RCY terjadi pada 2 Juli 2026, setelah pesawat tersebut mendarat dengan tujuh penumpang dari Wamena. Kelompok bersenjata diduga menyerang pesawat segera setelah pendaratan, mengakibatkan kebakaran yang menghanguskan sekitar 90 persen bagian pesawat, terutama di bagian tengah badan pesawat.
Tim Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil mengidentifikasi tujuh pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. Kombes I Gusti Gde Era Adhinata, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz, menyatakan bahwa ketujuh tersangka kini berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran aparat. Mereka diperkirakan memiliki persenjataan lengkap dan terlibat dalam aksi tersebut secara bersama-sama.
Dalam pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan sebuah honai yang diduga digunakan sebagai markas KKB di dekat lokasi kejadian. Di sana, aparat menemukan berbagai barang bukti, termasuk senjata, dokumen keanggotaan TPNPB, dan peralatan komunikasi yang menunjukkan keterlibatan kelompok tersebut dalam berbagai tindakan kriminal di wilayah Papua.
Saat ini, pihak penyidik masih melakukan verifikasi terhadap dokumen dan barang bukti yang disita untuk mengetahui lebih lanjut tentang jaringan kelompok yang terlibat. Selain itu, penyidik juga mengumpulkan sampel tanah dan barang bukti lain untuk analisis laboratorium forensik guna mendukung proses hukum.
Tragedi ini telah mengguncang komunitas penerbangan di Papua dan menimbulkan duka yang mendalam, terutama bagi keluarga besar PT AMA. Bob Kayadu menyampaikan harapan agar mereka yang terlibat dalam insiden ini dapat menyadari kesalahan mereka dan bertobat. PT AMA berencana untuk kembali beroperasi setelah melakukan rapat evaluasi mengenai situasi ini.
Dengan penyerahan jenazah pilot Nicholas yang ditembak OPM di Papua diserahkan ke AMA, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk menghentikan kekerasan dan mengembalikan keamanan di wilayah tersebut. Insiden ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam penerbangan dan tantangan yang dihadapi oleh para pilot yang beroperasi di daerah konflik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
