Sorot Jogja – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi perlahan menguat di kisaran 5.600-5.800 [titlebase], meskipun sebelumnya mengalami fluktuasi yang signifikan. Pada perdagangan terakhir, IHSG berada di level 5.912 dengan kenaikan sebesar 0,67% yang menunjukkan adanya potensi penguatan lebih lanjut. Analis memproyeksikan bahwa IHSG akan menguji level resistance di kisaran 6.083 hingga 6.203.
Menurut Herditya Wicaksana, analis dari PT MNC Sekuritas, saat ini IHSG berada dalam fase wave b dari wave [iv], yang memberikan sinyal bahwa penguatan masih mungkin terjadi. Meskipun begitu, area koreksi perlu diperhatikan, terutama pada level 5.752 hingga 5.797. Jika IHSG berhasil menembus level resistance tersebut, momentum untuk mencapai level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.
Dalam analisis lebih lanjut, riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas juga menunjukkan bahwa IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan level support di kisaran 5.640 hingga 6.000. Rekomendasi saham yang dapat dipertimbangkan termasuk PT Timah Tbk (TINS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat mengalami penurunan hingga 1,89% ke level 5.873. Namun, penguatan yang terjadi pada perdagangan kali ini menunjukkan adanya minat beli yang mulai meningkat, yang dapat menjadi sinyal positif untuk investor. Analis juga memberikan perhatian khusus pada level support di kisaran 5.486 dan 5.317, yang dapat menjadi titik balik bagi IHSG jika terjadi tekanan jual.
Rekomendasi saham lainnya dari Herditya mencakup PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Di sisi lain, PT Pilarmas Investindo merekomendasikan saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebagai pilihan investasi yang menarik.
Secara keseluruhan, IHSG diprediksi perlahan menguat di kisaran 5.600-5.800 [titlebase], dengan investor disarankan untuk mencermati pergerakan pasar secara keseluruhan dan memperhatikan berita-berita ekonomi yang dapat mempengaruhi sentimen pasar. Sentimen positif dari stabilitas ekonomi domestik, serta perhatian global terhadap kebijakan suku bunga dan inflasi, diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan IHSG ke depannya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
