Sorot Jogja – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk berkolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan perkotaan. Dalam dialog yang digelar baru-baru ini, Bima menekankan pentingnya integritas dan inovasi dalam pengambilan keputusan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era modern.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menjelaskan bahwa kepala daerah saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik hingga tekanan untuk memenuhi program-program prioritas nasional dan janji politik. “Hari ini, kepala daerah memiliki empat ujian utama, yaitu geopolitik, program-program prioritas nasional, janji kampanye, dan menghadapi algoritma media yang bergerak sangat dinamis,” ujarnya.
Bima menggarisbawahi bahwa menjaga integritas dalam setiap kebijakan yang diambil adalah hal yang mutlak. “Kepemimpinan yang bersih menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Ini adalah salah satu alasan mengapa Wamendagri Bima Arya minta daerah kolaborasi perkuat ketahanan pangan perkotaan.
Lebih lanjut, Bima menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah, kepala daerah harus mampu mengoptimalkan potensi daerah melalui berbagai inovasi. Dia menekankan pentingnya alternatif pendapatan daerah, termasuk dukungan terhadap program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang sudah diterapkan di berbagai kabupaten.
Dalam konteks ketahanan pangan, Bima juga mengajak pemerintah daerah untuk mendukung Program Kepala Desa Masuk Kampus. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam penguasaan data, perencanaan pembangunan, dan pengembangan potensi desa sebagai penggerak ekonomi. “Kepala desa harus terbiasa menggunakan data dan berinovasi agar pembangunan desa berjalan lebih efektif,” tuturnya.
Selain itu, dalam rangka meningkatkan daya tarik pariwisata, Bima Arya juga mengajak daerah untuk menggelar ajang olahraga seperti trail run yang dapat mendongkrak perekonomian lokal. “Setiap penyelenggaraan lomba dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, hingga menambah pendapatan asli daerah (PAD),” jelasnya.
Dalam Festival Karnaval Budaya Nusantara yang baru saja berlangsung, Bima Arya menekankan bahwa kolaborasi antarkota sangat penting. Festival yang diikuti oleh 55 kota ini adalah simbol kekompakan dan sinergi dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. “Kota-kota Indonesia harus terus bergerak maju dan berkolaborasi untuk memperkuat identitas budaya dan meningkatkan daya tarik baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.
Dengan berbagai upaya ini, Wamendagri Bima Arya minta daerah kolaborasi perkuat ketahanan pangan perkotaan sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan di masa depan. Penting bagi setiap daerah untuk mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kolaborasi yang solid dan integritas yang tak tergoyahkan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
