Sorot Jogja – Panggung Dangdut Academy 8 kembali mencuri perhatian masyarakat dengan kehadiran Intan Ladiva Marsya, atau yang akrab disapa Diva, seorang kontestan berbakat asal Kuantan Singingi, Riau. Dengan senyum manis dan ekspresi panggung yang natural, Diva berhasil menembus babak utama Top 42, menandai awal perjalanan yang menjanjikan di kompetisi dangdut bergengsi ini.
Sejak awal kemunculannya, Diva telah menarik perhatian berkat pembawaannya yang ceria. Para juri mengakui potensi besar dalam diri Diva, dengan beberapa dari mereka menilai bahwa kemampuannya masih dapat dikembangkan, terutama dalam permainan dinamika saat bernyanyi. Diva tampil dengan energi positif dan bahasa tubuh yang baik di atas panggung, menunjukkan karakter yang kuat yang menjadi nilai tambah baginya.
Perjalanan Diva di Dangdut Academy 8 dimulai dengan pencapaian penting saat berhasil meraih golden ticket pada babak audisi. Tiket emas ini diraihnya setelah membawakan lagu “Sekali Seumur Hidup” yang dipopulerkan oleh Lesti Kejora. Penampilannya yang konsisten mengantarkannya lolos ke babak utama Top 42, membuka peluang untuk melangkah lebih jauh di kompetisi tersebut.
Dalam penampilan di babak Final Audition Grup 8 yang disiarkan pada 10 Juli 2026, Diva membawakan dua lagu, yaitu “Maling” dan “Egois”. Usahanya tidak hanya berhenti di situ; ia juga berkesempatan berduet dengan Arbil dalam lagu “Kasmaran”. Chemistry yang terjalin antara keduanya di atas panggung berhasil menciptakan suasana ceria dan lepas, membuat penampilan mereka semakin berkesan.
Wika Salim, salah satu juri, memuji senyum dan ekspresi natural Diva, sedangkan Dewi Perssik menyatakan bahwa Diva memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dalam mengolah dinamika suaranya. Soimah juga memberikan penilaian positif, menyoroti kemampuan Diva untuk tampil sebagai dirinya sendiri dengan energi dan body language yang baik.
Tidak hanya dunia musik yang menjadi sorotan di Kuantan Singingi. Pihak kepolisian setempat juga sedang gencar melakukan penertiban aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Dalam operasi yang dilakukan oleh Polres Kuantan Singingi, 843 rakit tambang ilegal telah dimusnahkan dan 12 orang ditangkap. Operasi ini dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan akibat aktivitas ilegal tersebut.
Dengan berbagai fenomena yang terjadi di Kuantan Singingi, baik di dunia musik maupun dalam penegakan hukum, daerah ini semakin dikenal. Intan Ladiva Marsya kini menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda di Kuantan Singingi, yang menunjukkan bahwa bakat dapat bersinar meski berasal dari daerah terpencil. Dalam perjalanan kariernya yang baru dimulai, Diva diharapkan bisa terus mengembangkan potensi dan memberikan inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
