Sorot Jogja – Pemerintah Kota New York telah membuat gebrakan besar dengan membekukan harga sewa untuk sekitar satu juta apartemen berstatus rent-stabilized. Keputusan ini diumumkan oleh Wali Kota Zohran Mamdani setelah Dewan Pedoman Sewa (Rent Guidelines Board) menyetujui kebijakan tersebut dengan pemungutan suara 7 berbanding 1 pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Langkah ini disebut sebagai kelegaan bagi para pekerja di kota, terutama bagi mereka yang bergantung pada hunian dengan tarif terjangkau.

Dalam pernyataannya, Mamdani menyatakan bahwa keputusan ini merupakan kemenangan bersejarah bagi jutaan warga New York. “Ini adalah kelegaan yang memang pantas diterima para pekerja di seluruh kota kita,” ungkapnya, menegaskan komitmennya untuk mengatasi masalah perumahan yang semakin mendesak.

Baca juga:

Pembekuan tarif sewa ini berlaku untuk kontrak satu tahun maupun dua tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Oktober mendatang. Dengan adanya kebijakan ini, penyewa apartemen yang termasuk dalam skema rent-stabilized tidak akan mengalami kenaikan harga sewa selama periode kontrak baru. Langkah ini memberikan harapan baru bagi banyak pekerja yang tengah berjuang dengan biaya hidup yang semakin tinggi.

Namun, tidak semua pihak menyambut baik keputusan ini. Sejumlah kelompok pemilik properti telah menyiapkan langkah hukum untuk menentang kebijakan tersebut. Mereka berargumen bahwa Dewan Pedoman Sewa seharusnya mempertimbangkan kondisi ekonomi sebelum menetapkan pembekuan sewa. Hal ini mencakup faktor-faktor seperti pajak properti, biaya utilitas, pemeliharaan gedung, dan kenaikan premi asuransi yang dianggap penting dalam penyesuaian tarif sewa.

Kontroversi juga muncul sebelum pemungutan suara berlangsung. Christina Smyth, seorang anggota Dewan Pedoman Sewa yang juga merupakan pemilik properti dan pengacara, mengundurkan diri dengan menyatakan bahwa hasil pemungutan suara sudah ditentukan sebelumnya. Dalam surat pengunduran dirinya, Smyth mengklaim bahwa enam anggota dewan yang ditunjuk Mamdani pada bulan Februari lalu membuat pembekuan tarif sewa hampir pasti disahkan. “Dewan yang dibentuk ulang ini diharuskan memberlakukan pembekuan sewa. Semua yang terjadi setelah itu hanyalah sandiwara,” tulis Smyth dalam suratnya.

Baca juga:

Keputusan ini juga merupakan bagian dari pekan politik yang menguntungkan bagi Mamdani. Pada pemilihan pendahuluan kongres yang diadakan sebelumnya, tiga kandidat sayap kiri yang didukungnya berhasil mengalahkan kandidat Demokrat dari kubu mapan. Hal ini semakin memperkuat pengaruh politik Wali Kota yang baru menjabat tersebut.

Gebrakan Zohran Mamdani bekukan harga sewa 1 juta apartemen, disebut kelegaan bagi para pekerja, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Namun, tantangan hukum dan perdebatan yang kemungkinan akan muncul menunjukkan bahwa perjalanan untuk mencapai perumahan yang terjangkau di New York masih panjang. Dengan adanya kebijakan ini, banyak yang berharap bahwa masalah perumahan di kota yang padat ini dapat diatasi dengan lebih baik di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: