Sorot Jogja – Pembalap muda asal Spanyol, Pedro Acosta datang ke Ducati, sementara Francesco “Pecco” Bagnaia pergi ke Aprilia, menciptakan perubahan besar di dunia MotoGP. Ducati Lenovo Team resmi mengumumkan perekrutan Acosta untuk musim 2027 dan 2028, menandai awal kolaborasi dengan juara dunia dua kali, Marc Marquez. Ini adalah langkah signifikan bagi Ducati, yang kini tanpa rider Italia setelah kepergian Bagnaia, yang telah sukses meraih dua gelar juara dunia.

Marc Marquez, yang baru-baru ini memperpanjang kontraknya hingga 2028, menyambut positif kehadiran Acosta. Ia menyebut Acosta sebagai “pembalap yang cepat, muda, dan segar”. Marquez juga tidak ragu untuk menunjukkan antusiasmenya saat mendengar berita perekrutan Acosta, bahkan bertepuk tangan dan menyatakan bahwa Ducati telah mengambil keputusan yang tepat. Reaksi positif Marquez menunjukkan harapan untuk kombinasi pengalaman dan bakat muda di tim.

Baca juga:

CEO Ducati, Claudio Domenicali, dan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, juga menyoroti kualitas luar biasa Acosta sebagai alasan utama perekrutannya. Dall’Igna menggambarkan Acosta sebagai “kandidat ideal untuk masa depan Ducati Lenovo Team”. Dengan pengalaman Marquez dan bakat Acosta, Ducati berharap dapat mempertahankan dominasi mereka di MotoGP, terutama dengan adanya regulasi baru yang akan diterapkan pada tahun 2027.

Sementara itu, Pecco Bagnaia telah resmi bergabung dengan Aprilia Racing, setelah tidak mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak dengan Ducati. Keberangkatan Bagnaia ke Aprilia menandakan akhir dari era pembalap Italia di tim Ducati, yang kini hanya memiliki pembalap asing. Bagnaia menandatangani kontrak jangka panjang hingga akhir musim 2027, dan akan berduet dengan Marco Bezzecchi, mantan murid Valentino Rossi.

Kehadiran Bagnaia di Aprilia disambut hangat oleh CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang menyatakan bahwa memiliki juara dunia di dalam tim mereka adalah sebuah kehormatan dan tantangan besar. Rivola menegaskan bahwa timnya bersiap untuk memberikan fasilitas terbaik agar Bagnaia dapat berkontribusi maksimal dalam upaya meraih gelar juara dunia.

Baca juga:

Keputusan untuk merekrut Acosta dan kepergian Bagnaia ini tidak hanya mengguncang tim yang terlibat, tetapi juga mengubah peta persaingan di dunia MotoGP. Dengan Acosta datang, Pecco pergi ke Aprilia, Ducati kini menghadapi tantangan baru untuk membangun kembali kekuatan mereka tanpa rider Italia. Publik MotoGP kini menunggu bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi kinerja masing-masing tim di musim-musim mendatang.

Pedro Acosta datang, Pecco pergi ke Aprilia, Ducati tanpa rider Italia [titlebase] menjadi tema besar yang akan terus diperbincangkan. Sementara Acosta bersiap menghadapi tantangan baru, Bagnaia berharap dapat membawa Aprilia meraih kesuksesan. Dengan semua perubahan ini, masa depan MotoGP semakin menarik untuk disaksikan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: