Sorot Jogja – Keponakan Prabowo Budi Djiwandono disebut minta kader awasi pergerakan Gibran, Gerindra membantah [titlebase]. Isu tersebut beredar luas di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi mengenai hubungan internal di Partai Gerindra. Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade, dengan tegas menyatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks yang tidak berdasar.
Andre Rosiade menjelaskan, “Kabar atau isu yang mengklaim adanya rapat internal Fraksi Gerindra yang dipimpin Budi Djiwandono untuk mengawasi gerak-gerik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu sepenuhnya hoaks, fitnah, dan tidak berdasar.” Ia menegaskan bahwa hubungan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, termasuk Gibran, dalam kondisi harmonis dan penuh sinergi.
Dalam pernyataannya, Andre juga menyoroti bahwa setiap kali Gibran berkunjung ke daerah pemilihannya di Sumatera Barat, ia diundang untuk mendampingi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada ketegangan antara kedua pihak. “Hubungan kita sangat baik, tidak ada masalah sama sekali. Sekali lagi, saya memastikan tidak ada perintah dari Mas Budi ataupun rapat internal atau pembahasan sekecil apa pun di Fraksi Gerindra untuk melakukan pengawasan seperti yang dituduhkan,” ungkapnya.
Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, juga memberikan tanggapannya. Ia menegaskan bahwa isu yang beredar sama sekali tidak benar. “Saya selalu hadir dan ikut memimpin rapat-rapat di Fraksi Gerindra, dan tidak ada perintah maupun pembahasan hal tersebut,” katanya. Ia menambahkan bahwa instruksi dari Budi Djiwandono adalah agar kader memantau kondisi ekonomi masyarakat serta memastikan program pemerintah berjalan dengan baik di daerah pemilihannya masing-masing.
Bambang menjelaskan lebih lanjut mengenai perintah tersebut, “Yang ada adalah perintah untuk mengawasi ketersediaan pangan dan harga sembako di daerah pemilihan semua anggota DPR, agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya.” Ini menunjukkan bahwa fokus Gerindra adalah pada kesejahteraan rakyat dan bukan pada pengawasan terhadap Gibran.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga mengingatkan kepada media untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan berita. Bambang berharap laporan investigasi memuat kedua sisi, agar tidak terkesan seperti gosip. “Kita menghormati kebebasan pers, tetapi kami berharap dalam setiap penyajian berita lebih faktual dan akurat. Jangan membuat narasi yang lebih cenderung ke gosip, bukan berita,” ujarnya.
Menanggapi isu ini, Fraksi Gerindra menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap berita yang dianggap tidak akurat dan merugikan nama baik partai. Hal ini menunjukkan ketegasan Gerindra dalam menjaga reputasi dan integritas partai, serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintahan.
Dengan situasi politik yang dinamis, penting bagi partai politik untuk menjaga hubungan baik antaranggota dan menghindari perpecahan. Keponakan Prabowo Budi Djiwandono disebut minta kader awasi pergerakan Gibran, Gerindra membantah [titlebase] dan memastikan bahwa hubungan dengan Gibran tetap solid.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
