Sorot Jogja – Tidak ada yang salah dengan pasar yang menguat, terutama jika penguatan itu dipimpin oleh saham-saham teknologi dan semikonduktor. Pasar global masih menunggu dengan khawatir tentang ketegangan di Timur Tengah, dan Wall Street tidak terkecuali. Namun, pada hari Senin, 22 Juni 2026, Wall Street menguat dipimpin oleh saham-saham teknologi dan semikonduktor. Indeks saham Jepang, Nikkei 225, naik 0,28 persen, sementara Topix turun 0,57 persen. Di Korea Selatan, indeks KOSPI melemah 0,13 persen, dan KOSDAQ merosot 3,43 persen. Sementara itu, ASX 200 Australia berkurang 0,93 persen.
Menurut Kevin Juido Hutabarat, Senior Analyst Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi datar (sideways) cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Dia mengatakan bahwa Bursa Asia mayoritas turun pada Jumat pekan lalu, didorong oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka. Di sisi lain, dolar as menguat signifikan setelah sikap hawkish The Fed, menyebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Support IHSG berada di level 6.117 -6.080 sementara resist IHSG di rentang 6.209-6.245. Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street rebound pada perdagangan akhir pekan lalu, setelah perdagangan sebelumnya tertekan oleh sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Penguatan dipimpin saham-saham teknologi dan semikonduktor. Penguatan Wall Street terjadi setelah aksi jual pada perdagangan sebelumnya yang dipicu hasil rapat kebijakan The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. Meski demikian, investor tampaknya mulai fokus pada sejumlah data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi AS.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
