Sorot Jogja – Malam 1 Suro 2026 jatuh pada tanggal 5 Juni, hari yang diperingati sebagai Hari Bakcang atau Peh Cun. Tradisi Tionghoa ini memiliki sejarah yang panjang dan kaya, serta merupakan salah satu warisan budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia dan dunia. Perayaan ini diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan Lunar, dan memiliki makna yang mendalam tentang penghormatan, pengorbanan, dan harapan.
Asal-usul tradisi ini terkait dengan kisah Qu Yuan, seorang pejabat dan penyair dari Tiongkok yang dikenal karena kesetiaannya kepada negara. Saat negerinya dilanda krisis, Qu Yuan memilih mengakhiri hidup dengan terjun ke sungai sebagai bentuk pengorbanan. Menurut cerita yang diwariskan, masyarakat melemparkan bakcang ke sungai agar ikan tidak memakan jasad Qu Yuan, sekaligus mendayung perahu untuk mencarinya. Dari peristiwa ini lahir berbagai kebiasaan yang kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Bakcang atau Peh Cun.
Hari Bakcang diperingati dengan berbagai cara, termasuk dengan sajian bakcang, festival budaya, lomba perahu naga, dan ritual toan atau doa bersama. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai yang diwariskan oleh masyarakat Tionghoa, seperti penghormatan kepada tokoh yang membela negara, kepercayaan akan perlindungan dari bahaya, serta doa agar kehidupan berjalan dengan baik.
Di Indonesia, perayaan ini berkembang menyesuaikan budaya setempat tanpa menghilangkan makna dasarnya. Festival budaya, lomba perahu naga, hingga ragam isi bakcang menjadi bukti kelangsungan tradisi di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menyatu dalam praktik budaya yang terus dipertahankan.
Saat ini, malam 1 Suro 2026 jatuh pada tanggal 5 Juni, masyarakat Tionghoa di Indonesia dan dunia akan kembali menghayati tradisi ini dengan penuh semangat dan kreativitas. Mereka akan menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya tentang makanan atau kegiatan, tetapi tentang penghormatan, pengorbanan, dan harapan. Oleh karena itu, mari kita kenali dan menghargai tradisi Tionghoa Bakcang, baik dalam bentuk sajian, festival, maupun ritual.
Dengan demikian, kita dapat memahami nilai-nilai yang diwariskan oleh masyarakat Tionghoa dan menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Saat ini, perayaan Hari Bakcang atau Peh Cun masih berlangsung dengan penuh semangat dan kreativitas. Masyarakat Tionghoa di Indonesia dan dunia akan terus menghayati tradisi ini dengan penuh penghormatan dan harapan.
Mari kita kenali dan menghargai tradisi Tionghoa Bakcang, baik dalam bentuk sajian, festival, maupun ritual.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
