Sorot Jogja – 1.926 warga Batang terima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2026 dari Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Batang. Kepala Dinsos Batang, Willopo mengatakan program BLT DBHCHT merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor pertembakauan.

Bantuan tersebut diberikan sesuai ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan. Jumlah penerima BLT DBHCHT tahun ini sebanyak 1.926 orang.

Baca juga:

Lebih dari 90% dari total penerima adalah buruh pabrik rokok yang bekerja di sejumlah perusahaan rokok di Kabupaten Batang. Mereka menerima bantuan sebesar Rp600 ribu, yang merupakan akumulasi bantuan selama dua bulan dengan besaran Rp300 ribu per bulan yang diberikan sekaligus atau dirapel dalam satu kali pencairan.

Willopo menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima, khususnya para pekerja dan petani yang menjadi bagian penting dalam rantai industri tembakau.

Penyaluran BLT DBHCHT menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program kesejahteraan. Selain bantuan langsung tunai, dana tersebut juga digunakan untuk mendukung sektor kesehatan, penegakan hukum, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkaitan dengan industri hasil tembakau.

Baca juga:

Program BLT DBHCHT ini berkomitmen memastikan seluruh proses penyaluran bantuan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, Dinsos terus melakukan pendampingan dan pengawasan selama proses distribusi berlangsung.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para penerima manfaat serta memberikan dukungan kepada para pekerja dan petani tembakau.

Program BLT DBHCHT ini berharap dapat meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok, buruh tani tembakau, dan petani tembakau, sekaligus memperkuat keberlangsungan sektor tembakau yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di Kabupaten Batang.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.