Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mencapai target produksi padi yang signifikan, yaitu 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) pada periode Januari-Juli 2026. Capaian ini mencapai 63,43% dari target tahunan sebesar 10,5 juta ton. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menghadiri Panen Raya Padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, dan melakukan panen menggunakan combine harvester. Meski capaian produksi menunjukkan tren positif, Luthfi mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jawa Tengah akan memperkuat program pipanisasi, pembangunan sumur pertanian, pemanfaatan sumber air baku, dan penyaluran bantuan pompa sesuai kebutuhan daerah. Selain itu, Jawa Tengah telah menerima sekitar 17 ribu unit pompa yang akan didistribusikan ke berbagai daerah untuk mendukung kebutuhan pengairan selama musim kemarau.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan apresiasi kepada para petani yang selama ini berkontribusi menjaga ketahanan pangan daerah, termasuk saat masa pandemi. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya membantu petani melalui penyediaan alsintan, pembangunan irigasi, sumur dalam, serta jalan usaha tani. Namun, dukungan dari pemerintah provinsi tetap diperlukan agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara maksimal.
Kesimpulan, produksi padi Jawa Tengah telah mencapai target yang signifikan, tetapi pemprov harus siap menghadapi musim kemarau dengan mengantisipasi dampak kekeringan dan meningkatkan dukungan kepada petani.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
