Sorot Jogja – Jared Leto, aktor dan musisi terkenal, saat ini sedang menjadi sorotan publik karena berbagai isu yang mengelilinginya. Baru-baru ini, film animasi yang berjudul ‘Niu Lai’ menjadi perbincangan hangat di media sosial, meskipun awalnya ditanggapi negatif. Film ini, yang menceritakan kisah seekor anak sapi yang belajar pelajaran hidup, hanya berhasil meraup 7,705 yuan (sekitar $1,140) dalam sepuluh hari pertama penayangannya. Namun, seiring berjalannya waktu, film ini menarik perhatian dan menjadi viral di platform seperti Weibo dan Douyin, di mana banyak pengguna yang mengekspresikan kecintaan ironis terhadap kualitas film yang dianggap buruk ini.
Kisah mirip terjadi dengan film ‘Morbius’ yang dibintangi Jared Leto. Meskipun film tersebut diharapkan menjadi blockbuster, kenyataannya justru sebaliknya. Film ini gagal di box office dan menjadi bahan lelucon di internet, bahkan sampai pada titik Sony merasa perlu untuk merilis kembali film ini, yang sayangnya juga gagal. Dalam konteks ini, ‘Niu Lai’ menimbulkan fenomena yang sama, di mana penggemar merayakan ketidaksempurnaan film ini sebagai ‘human slop’, berbeda dengan ‘AI slop’ yang banyak beredar saat ini.
Di tengah kesuksesan viral ‘Niu Lai’, Jared Leto justru menghadapi masalah pribadi yang lebih mendalam. Ia dilaporkan sedang mencari dukungan dari mantan kekasihnya seperti Cameron Diaz dan Scarlett Johansson, untuk membela dirinya setelah munculnya tuduhan pelanggaran seksual dalam sebuah dokumenter terbaru. Meskipun Leto telah membantah semua tuduhan tersebut, sumber terdekat mengungkapkan bahwa tekanan yang dihadapinya sangat besar dan ia merasa perlu untuk mendapatkan dukungan dari teman-teman selebritisnya.
Jared Leto, yang berusia 54 tahun, dikenal tidak hanya sebagai aktor, tetapi juga sebagai pemimpin band Thirty Seconds to Mars. Karirnya yang panjang di industri hiburan tidak lepas dari kontroversi dan kritik. Dalam situasi sekarang, ia tampaknya menghadapi tantangan yang sulit, di mana reputasinya dipertaruhkan di tengah dugaan pelanggaran. Belum ada mantan kekasihnya yang berbicara untuk mendukungnya, meskipun mereka tidak pernah mengeluarkan pernyataan negatif tentangnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat bagaimana fenomena film buruk dapat menarik perhatian secara luas, mirip dengan pengalaman yang dialami Jared Leto dengan ‘Morbius’. Masyarakat tampaknya lebih tertarik pada film yang dianggap ‘jelek’ sebagai bentuk hiburan baru. Di sisi lain, Jared Leto harus berjuang untuk mempertahankan citranya di tengah berbagai tuduhan yang mengancam karirnya. Ini menunjukkan betapa kompleksnya dunia hiburan saat ini, di mana kesuksesan dan kegagalan dapat terjadi secara bersamaan.
Dengan semua isu ini, masa depan Jared Leto di industri film dan musik tetap menjadi tanda tanya. Apakah dia akan mampu mengatasi berbagai kontroversi ini dan kembali ke jalur kesuksesan, atau akan terpuruk dalam bayang-bayang tuduhan yang membayangi namanya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
