Sorot Jogja – Penyanyi dangdut senior, Iis Dahlia, baru-baru ini meluapkan rasa kesalnya karena sering dijadikan bahan parodi di media sosial. Fenomena ini semakin marak dengan banyaknya konten yang menirukan penampilannya, terutama terkait ciri khas kumis tipis yang dimilikinya. Iis Dahlia mengungkapkan bahwa konten-konten tersebut bukan hanya mengolok-olok, tetapi juga menciptakan citra negatif yang merendahkan martabatnya.

Dalam sebuah wawancara, Iis Dahlia menyebutkan bahwa ia berusaha untuk tidak terlalu peduli, namun tetap merasa terganggu ketika melihat seorang ibu berhijab yang dengan sengaja mengenakan kumis palsu untuk meniru penampilannya saat bangun tidur. Ia mengatakan, “Ih, ada kumisnya. Kalau aku bangun tidur, benar-benar dia pasang kumis. Ibu-ibu pakai hijab lagi,” ujarnya.

Baca juga:

Iis menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pencarian perhatian atau pansos (panjat sosial) yang semakin sering terjadi di era digital ini. Menurutnya, orang-orang rela melakukan berbagai cara demi mendapatkan popularitas instan, termasuk dengan cara merendahkan orang lain. “Ya cari-cari ini aja, cari viewers gitu-gitu, tapi dengan menjatuhkan orang. Ya sudah enggak apa-apa. Tapi ya udah, buat mereka mungkin lucu ya, buat kita gedek,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iis Dahlia menegaskan bahwa penggemar sejati tidak akan menggunakan cara yang merendahkan untuk berinteraksi dengan idolanya. Ia merasa bahwa para kreator konten yang melakukan parodi tersebut tidak memiliki tujuan yang baik. “Gak ngefans lah kalau kayak gitu mah. Kalau orang ngefans kan gak kayak gitu,” ungkapnya.

Iis juga menambahkan bahwa ia kadang-kadang memberikan reaksi langsung pada unggahan-unggahan para kreator tersebut di kolom komentar. Meskipun ia tidak ingin memberikan perhatian lebih kepada orang-orang yang hanya ingin mencari perhatian darinya, terkadang ia merasa perlu untuk menanggapi dengan cara yang tepat.

Baca juga:

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah perkembangan media sosial, ada kebutuhan untuk memahami batasan dalam membuat konten. Sementara beberapa orang melihatnya sebagai hiburan, bagi yang lain, tindakan semacam itu bisa sangat menyakitkan. Iis Dahlia kesal jadi bahan parodi, singgung konten dinilai cari viewer dengan menjatuhkan orang [titlebase], mencerminkan bagaimana dunia digital bisa memengaruhi kehidupan pribadi seseorang.

Melihat kondisi ini, banyak pihak berharap agar pengguna media sosial lebih bijak dalam menciptakan konten. Menghargai sesama dan menjaga martabat orang lain seharusnya menjadi prioritas utama. Di era di mana informasi dan hiburan dapat dengan mudah diakses, penting bagi setiap individu untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka sebarkan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: