Sorot Jogja – Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso, menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih dibangun dekat Sungai Ngarai Sianok, Dandim: Sudah direkomendasikan Wali Nagari. Menanggapi viralnya informasi yang menyebutkan koperasi tersebut terletak di lokasi terisolir dan sulit dijangkau, Dwi Santoso menegaskan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut Dwi Santoso, lokasi Koperasi Merah Putih Nagari Sianok berada di kawasan yang ramai dengan aktivitas masyarakat dan mudah diakses oleh kendaraan dari berbagai ukuran. “Koperasi ini terletak di sebelah kanan jalan setelah melewati jembatan yang menjadi batas antara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam,” jelasnya.

Baca juga:

Ia menambahkan bahwa lokasi koperasi tersebut juga merupakan bagian dari objek wisata Ngarai Sianok, sehingga banyak penduduk dan pengunjung yang melintas setiap hari. “Di sekitar koperasi ada banyak rumah warga dan rumah makan, yang semakin menunjukkan bahwa lokasi ini strategis,” tambahnya.

Lebih jauh, Dwi Santoso menjelaskan bahwa penentuan lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Nagari Sianok ini dilakukan secara teliti oleh pemerintah nagari dan tokoh adat setempat. “Kita memahami keterbatasan lahan yang ada, namun lokasi ini tetap dipilih agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Koperasi Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi bagi masyarakat setempat, untuk menjual hasil panen dan membeli kebutuhan sehari-hari. “Ini adalah salah satu dari berbagai upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan layanan terpadu di setiap desa,” kata Dwi Santoso.

Baca juga:

Dalam tahap berikutnya, Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengumumkan bahwa sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan mulai ditempatkan di seluruh Indonesia pada Agustus 2026. Penempatan ini dilakukan seiring dengan rampungnya pembangunan fisik fasilitas koperasi. “Manajer ini diharapkan bisa memahami karakteristik wilayah dan memudahkan pengelolaan koperasi,” jelasnya.

Pelatihan untuk calon manajer juga sedang berlangsung, di mana mereka akan memperoleh sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah menyelesaikan program pelatihan. Hal ini bertujuan untuk memastikan Koperasi Merah Putih dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dan kompeten.

Dengan segala upaya ini, Dandim Agam berharap Koperasi Merah Putih yang dibangun dekat Sungai Ngarai Sianok ini dapat berkontribusi positif bagi perekonomian masyarakat setempat dan menjadi contoh bagi pengembangan koperasi di daerah lain.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.