Sorot Jogja – Curhat pengusaha MBG di Bangkalan: Modal Rp2,5 M, kini dapur libur saat cicilan bank terus berjalan. Di tengah gejolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengusaha di Bangkalan menghadapi tantangan besar ketika dapur mereka terpaksa tutup selama libur sekolah. Hal ini berimbas pada kondisi finansial mereka yang semakin tertekan, sementara cicilan bank tetap berjalan tanpa henti.

Moh Holifi, salah satu mitra pengelola dapur MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lajing 02, mengungkapkan bahwa membangun dapur MBG bukanlah hal yang mudah. Ia menyatakan bahwa modal yang dibutuhkan untuk mendirikan satu dapur berkisar antara Rp1,6 miliar hingga Rp2,5 miliar. Banyak pengusaha, termasuk dirinya, terpaksa menjual aset berharga seperti sawah dan menggadaikan properti untuk memenuhi kebutuhan modal usaha.

Baca juga:

“Kami harus menghadapi kenyataan pahit. Meskipun dapur tidak beroperasi, cicilan bank tetap berjalan. Ini membuat kami semakin tertekan,” ungkap Holifi. Ia menambahkan bahwa keputusan untuk terlibat dalam program MBG bukan sekadar untuk mengikuti program pemerintah, tetapi juga merupakan langkah strategis yang diambil dengan harapan akan ada pengembalian investasi di masa depan.

Keputusan untuk menghentikan operasional dapur MBG selama libur sekolah berdampak besar terhadap para pengusaha. Dengan ribuan orang yang mengandalkan program ini, aksi demonstrasi pun dilakukan oleh relawan dan mitra MBG untuk menuntut keberlanjutan program. Mereka berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut demi kelangsungan usaha dan juga untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses gizi yang baik.

Di tengah hiruk-pikuk demonstrasi, para pengusaha MBG di Bangkalan tetap berkomitmen untuk mendukung program tersebut. Mereka menyadari pentingnya MBG tidak hanya dalam meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Oleh karena itu, mereka berharap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi, termasuk terkait dengan cicilan bank yang terus berjalan meskipun dapur mereka tidak beroperasi.

Baca juga:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, tanpa dukungan yang memadai, para pengusaha yang telah berinvestasi besar-besaran dalam program ini berpotensi mengalami kerugian yang signifikan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ini demi kepentingan bersama.

Dengan harapan agar program MBG dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta para mitra pengelola, mereka berharap akan ada langkah nyata dari pemerintah untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka. Curhat pengusaha MBG di Bangkalan: Modal Rp2,5 M, kini dapur libur saat cicilan bank terus berjalan menjadi cerminan tantangan yang dihadapi banyak pengusaha di daerah.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: