Sorot Jogja – Roda pendaratan pesawat F-15 Jepang patah, landasan Bandara Naha lumpuh 4 jam pada Selasa, 18 Agustus 2026. Insiden ini terjadi ketika jet tempur milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) tersebut mendarat setelah menyelesaikan misi scramble. Pesawat ini mengalami kerusakan pada roda pendaratan utama sebelah kiri, menyebabkan pesawat tidak dapat bergerak dan berujung pada penutupan salah satu landasan bandara.
Menurut laporan dari pihak bandara, kejadian ini terjadi sekitar pukul 12.55 waktu setempat. Roda pendaratan yang patah membuat badan pesawat terlihat miring ke kiri, dan pilot terpaksa melontarkan diri dari pesawat untuk menyelamatkan diri meski tidak mengalami cedera. Pesawat kemudian terpaksa dievakuasi dari landasan menggunakan derek dan diangkut dengan truk.
Gubernur Okinawa, Denny Tamaki, menyatakan bahwa insiden ini sangat mengecewakan dan mendesak agar dilakukan penyelidikan segera untuk mengetahui penyebab kerusakan serta langkah-langkah pencegahan agar tidak terulang kembali. Ia juga menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap operasi penerbangan militer yang dilakukan di wilayahnya.
Bandara Naha sendiri memiliki dua landasan yang digunakan untuk penerbangan sipil dan militer. Setelah insiden tersebut, operasional penerbangan sipil yang menggunakan Landasan A tetap berjalan, tetapi mengalami keterlambatan baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Penutupan Landasan B berlangsung selama sekitar empat jam hingga masalah dapat diselesaikan.
Insiden roda pendaratan pesawat F-15 Jepang patah, landasan Bandara Naha lumpuh 4 jam ini menambah catatan insiden penerbangan yang dialami oleh pesawat tempur di Jepang. Sebelumnya, beberapa laporan juga menyebutkan tentang berbagai masalah teknis yang dialami oleh pesawat-pesawat militer lainnya. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi berkala terhadap kondisi dan pemeliharaan pesawat tempur untuk memastikan keselamatan penerbangan dan operasional yang lebih baik di masa depan.
Dengan semakin meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Timur, keberadaan pesawat tempur seperti F-15 sangat vital bagi sistem pertahanan Jepang. Namun, insiden seperti ini bisa berdampak pada kesiapan operasional dan harus ditangani dengan serius oleh pihak berwenang.
Dalam menghadapi insiden ini, pihak ASDF dan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang berkomitmen untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan memastikan bahwa prosedur keamanan serta pemeliharaan pesawat dipatuhi dengan ketat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
