Sorot Jogja – KAI Daop 2 Bandung sesalkan pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut. Kegiatan ini merupakan salah satu contoh kegagalan petugas perlintasan kereta api dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut adalah salah satu contoh kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api. Kejadian ini juga menunjukkan bahwa petugas perlintasan kereta api masih belum sepenuhnya siap menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut laporan, pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut terjadi pada hari Jumat, 22 Juli 2026. Petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut dilaporkan telah melakukan kesalahan dalam menjalankan tugasnya. Ia tidak menjaga perlintasan kereta api dengan baik, sehingga pengeroyokan dapat terjadi. Petugas perlintasan kereta api harus selalu menjaga perlintasan kereta api dengan baik agar kecelakaan dapat dihindari. KAI Daop 2 Bandung telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kinerja petugas perlintasan kereta api. Pihak KAI Daop 2 Bandung telah memberikan pelatihan kepada petugas perlintasan kereta api untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu, pihak KAI Daop 2 Bandung juga telah meningkatkan pengawasan terhadap petugas perlintasan kereta api untuk memastikan bahwa mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Kejadian pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam sistem perlintasan kereta api. Oleh karena itu, KAI Daop 2 Bandung harus terus meningkatkan kinerja petugas perlintasan kereta api dan meningkatkan pengawasan terhadap mereka.
Salah satu contoh kegagalan petugas perlintasan kereta api dalam menjalankan tugasnya dengan baik adalah video yang beredar di media sosial pada bulan Juli 2026. Video tersebut menunjukkan palang perlintasan kereta api tidak tertutup, padahal akan melintas KA Brantas di perlintasan tersebut. Masyarakat yang ada di sekitar perlintasan kemudian terekam mencoba memberi peringatan kepada kendaraan yang melintas, sehingga tidak terjadi kecelakaan. PT KAI melalui Humas Daop 7 Tohari membenarkan kejadian tersebut, dan mengakui PJL tertidur. KAI juga mengatakan sudah memberikan surat peringatan kepada PJL tersebut. Lalainya PJL tidak hanya terjadi sekali ini saja, khususnya di Daop 7 yang wilayahnya membentang dari Ngawi, Magetan, Madiun, Nganjuk, hingga Kediri. Sebelumnya pada 19 Mei 2025, di perlintasan Barat, Magetan, PJL lalai saat bertugas. PJL sudah mendapat info akan ada dua KA yang melintas, yakni KA Matarmaja dan KA Malioboro Ekspress.
PT KAI Daop 2 Bandung telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kinerja petugas perlintasan kereta api. Pihak KAI Daop 2 Bandung telah memberikan pelatihan kepada petugas perlintasan kereta api untuk meningkatkan kinerjanya. Selain itu, pihak KAI Daop 2 Bandung juga telah meningkatkan pengawasan terhadap petugas perlintasan kereta api untuk memastikan bahwa mereka menjalankan tugasnya dengan baik. Kejadian pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam sistem perlintasan kereta api. Oleh karena itu, KAI Daop 2 Bandung harus terus meningkatkan kinerja petugas perlintasan kereta api dan meningkatkan pengawasan terhadap mereka.
KAI Daop 2 Bandung harus terus meningkatkan kinerja petugas perlintasan kereta api dan meningkatkan pengawasan terhadap mereka. Kejadian pengeroyokan terhadap petugas penjaga perlintasan sebidang di Leuwigoong Garut menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam sistem perlintasan kereta api. Oleh karena itu, KAI Daop 2 Bandung harus terus meningkatkan kinerja petugas perlintasan kereta api dan meningkatkan pengawasan terhadap mereka.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
