Sorot Jogja – Ular piton sepanjang 7 meter kembali muncul di Taliabu, nyaris masuk rumah warga, membuat banyak orang merasa cemas dan waspada. Kejadian ini terjadi di desa yang berdekatan dengan kawasan hutan, di mana ular raksasa sebelumnya pernah diabadikan dalam video oleh warga. Penemuan ular ini bukanlah yang pertama kali, mengingat sebelumnya, di daerah lain, seekor ular piton sepanjang 8 meter juga dibunuh oleh warga karena dianggap berbahaya.
Kemunculan ular piton sepanjang 7 meter di Taliabu terjadi pada Rabu (15/7/2026). Warga yang menemukan ular tersebut awalnya mengira bahwa yang mereka lihat adalah keranjang durian. Namun, setelah mendekat, mereka menyadari bahwa itu adalah seekor ular piton yang berukuran besar dan dapat membahayakan keselamatan mereka, terutama bagi anak-anak dan para petani yang mencari hasil kebun.
Seorang warga bernama Yunus menceritakan bahwa ia dan teman-temannya saat itu sedang mencari ayam di kebun. Mereka langsung pulang untuk meminta bantuan warga lain yang berpengalaman menangkap ular. Keesokan harinya, mereka kembali ke lokasi untuk menangkap ular tersebut.
Menurut Yunus, ular piton tersebut dalam keadaan sulit bergerak karena perutnya yang besar, diduga akibat telah menelan mangsa seperti babi hutan. Dengan kerjasama warga, ular tersebut berhasil ditangkap dan dibunuh, setelah itu bangkainya diangkat dan dibuang dari lokasi penemuan. Warga merasa lega karena ular itu dianggap membahayakan keselamatan mereka.
Di sisi lain, kejadian yang lebih tragis juga terjadi di daerah lain, di mana seorang ibu rumah tangga berinisial WH ditemukan tewas setelah diserang ular piton sepanjang enam meter saat berjalan pulang dari kebun. Kejadian tersebut mengingatkan kita akan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh ular piton jika dibiarkan berkeliaran di dekat permukiman. Dalam insiden ini, suami dan anak korban berupaya melakukan penyelamatan, namun sayangnya nyawa WH tidak dapat diselamatkan.
Ular piton sepanjang 7 meter kembali muncul di Taliabu, nyaris masuk rumah warga, menjadi peringatan bagi penduduk setempat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap keberadaan ular besar ini. Dalam beberapa kasus sebelumnya, ular piton memang sering kali menyerang hewan ternak dan manusia, terutama di daerah yang dekat dengan hutan dan kebun.
Melihat tingginya risiko yang ditimbulkan oleh ular piton ini, masyarakat diharapkan dapat berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan tindakan pencegahan, seperti penanganan ular liar dan edukasi kepada warga mengenai cara aman berinteraksi dengan ular. Selain itu, penting bagi pemerintah setempat untuk memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur dan lingkungan yang dapat mempengaruhi habitat ular, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
