Sorot Jogja – PBB Sebut Kesepakatan Israel-Lebanon jadi Tonggak Sejarah ke Perdamaian Abadi yang Berkelanjutan. Perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani oleh Lebanon dan Israel di bawah mediasi Amerika Serikat (AS) pada akhir Juni ini telah menyebabkan kontroversi di kalangan kelompok-kelompok yang pro-pembangunan keamanan di Lebanon. Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menolak kesepakatan tersebut dan menyebutnya tidak sah dan tidak konstitusional. Menurut Qassem, kesepakatan tersebut melanggar prinsip-prinsip konstitusional dan hukum Lebanon. Ia juga menyatakan bahwa Hizbullah akan terus berada di lapangan untuk menghadapi Israel dan tidak akan pernah meninggalkan perlawanan terhadap kekuatan asing tersebut.
Dalam pernyataannya, Qassem menyebutkan bahwa Hizbullah telah berhasil menggagalkan berbagai upaya untuk melenyapkan perlawanan di Lebanon. Ia juga menegaskan bahwa Israel tidak pernah akan mendapatkan stabilitas di wilayah tersebut hingga pembebasan tercapai. Kesepakatan kerangka kerja yang ditandatangani oleh Lebanon dan Israel memang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan di sepanjang perbatasan, tetapi Hizbullah tidak akan pernah terlibat dalam proses tersebut.
Kita harus mengingat bahwa PBB telah menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak sejarah ke perdamaian abadi. Namun, perlu diingat bahwa perjanjian tersebut masih memiliki banyak tantangan dan kontroversi di kalangan kelompok-kelompok yang pro-pembangunan keamanan di Lebanon. Hizbullah tetap optimis bahwa mereka akan terus berjuang untuk keamanan dan kemerdekaan Lebanon.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
