Sorot Jogja – Sam Altman, CEO OpenAI, mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengubah strategi peluncuran AI setelah melakukan negosiasi dengan pemerintah AS. Negosiasi tersebut terkait kekhawatiran keamanan siber yang mungkin timbul dari penggunaan AI. Pada hari Jumat, 9 Juli 2024, OpenAI memperkenalkan rangkaian model AI terbaru, GPT-5.6, yang mencakup tiga model yaitu Sol, Terra, dan Luna. GPT-5.6 Sol menetapkan standar baru bagi kecerdasan dan efisiensi dalam koding, pekerjaan berbasis pengetahuan, keamanan siber, dan sains, serta menggunakan lebih sedikit token dan menekan biaya penggunaan dibandingkan model-model sebelumnya maupun model pesaing.
OpenAI juga memperkenalkan dua opsi kemampuan baru untuk jajaran model tersebut. Pengaturan “max” memberikan lebih banyak waktu bagi GPT-5.6 untuk melakukan penalaran, memeriksa, dan merevisi pendekatannya, sedangkan pengaturan “ultra” mengoordinasikan beberapa agen secara paralel untuk menangani tugas-tugas yang lebih kompleks. Menurut OpenAI, GPT-5.6 mulai tersedia pada hari Kamis di platform ChatGPT, Codex, dan API OpenAI, dengan peluncuran global diperkirakan akan berlanjut secara bertahap selama 24 jam ke depan.
Konsep Ultra merupakan mode pemrosesan tertinggi pertama perusahaan yang memungkinkan empat agen AI (AI agent) bekerja secara paralel untuk menyelesaikan tugas kompleks. Berbeda dari mode penalaran (reasoning) sebelumnya yang hanya mengandalkan satu model AI untuk berpikir lebih lama, Ultra membagi pekerjaan ke empat AI agent secara bersamaan, lalu menggabungkan hasilnya menjadi satu jawaban. Dengan menggunakan mode Ultra, pengguna bisa menghasilkan jawaban yang lebih cepat dan lebih akurat, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan analisis panjang, coding, riset, hingga pengolahan dokumen dalam jumlah besar.
Sam Altman juga mengungkapkan bahwa OpenAI telah melakukan negosiasi dengan pemerintah AS untuk menyelesaikan masalah keamanan siber yang mungkin timbul dari penggunaan AI. Negosiasi tersebut berlangsung selama beberapa bulan dan telah berhasil mencapai kesepakatan. Dengan kesepakatan ini, OpenAI dapat meluncurkan GPT-5.6 dengan aman dan nyaman.
Sam Altman juga mengatakan bahwa OpenAI telah melakukan penelitian yang sangat luas untuk memastikan bahwa GPT-5.6 dapat beroperasi dengan aman dan nyaman. Penelitian tersebut meliputi analisis keamanan, penelitian etika, dan penelitian sosial. Dengan melakukan penelitian yang sangat luas, OpenAI dapat memastikan bahwa GPT-5.6 dapat beroperasi dengan aman dan nyaman.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa OpenAI telah mengubah strategi peluncuran AI setelah melakukan negosiasi dengan pemerintah AS. Negosiasi tersebut telah berhasil mencapai kesepakatan dan telah memastikan bahwa GPT-5.6 dapat beroperasi dengan aman dan nyaman.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
