Sorot Jogja – Dalam situasi yang semakin memprihatinkan, Ukraina kembali menghadapi serangan besar-besaran dari Rusia. Pada malam Minggu (5/7/2026), berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil [titlebase]. Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 23 warga tewas di Kyiv, dengan 15 korban di ibu kota dan delapan lainnya di wilayah pinggiran.

Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan bahwa tidak satu pun dari 23 rudal balistik yang ditembakkan Rusia berhasil dicegat. Hal ini disebabkan oleh kekurangan serius dalam stok rudal pencegat. Meskipun Ukraina masih mampu menembak jatuh rudal jelajah dan drone, kemampuan tersebut tidak memadai untuk menghadapi ancaman dari rudal balistik, yang terus menghujani permukiman warga.

Baca juga:

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, langsung mengekspresikan keprihatinannya dan mendesak negara-negara sekutu untuk mengambil tindakan tegas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang akan datang, terutama terkait penguatan sistem pertahanan udara Ukraina. Dalam pernyataannya, Zelensky menekankan bahwa situasi saat ini sangat tidak masuk akal, terutama ketika produksi sistem pertahanan yang diperlukan belum ditingkatkan untuk melindungi warga dari teror balistik.

Selama serangan pada malam itu, Rusia meluncurkan 68 rudal dan 351 drone serang. Dari total tersebut, Angkatan Udara Ukraina berhasil mencegat 37 rudal dan 326 drone. Namun, serangan rudal balistik tetap tidak dapat terhalau, yang mengakibatkan kerusakan parah di beberapa blok apartemen di Kyiv. Tim penyelamat dikerahkan untuk mencari korban yang mungkin terjebak di dalam reruntuhan bangunan.

Tiga blok apartemen dilaporkan runtuh sebagian akibat hantaman rudal, dan layanan darurat mencatat setidaknya 56 orang terluka, termasuk tujuh anak-anak. Seorang warga setempat, Olena, menggambarkan kengerian saat kaca apartemennya pecah akibat ledakan, mempertanyakan kegagalan sistem pertahanan udara Ukraina dalam menghalau serangan rudal balistik ini.

Baca juga:

Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Zelensky juga mengingatkan bahwa jika sistem pertahanan udara yang lebih baik tidak segera dikirimkan oleh sekutu, serangan ke permukiman sipil akan terus berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Rusia mengklaim tidak ada krisis, kenyataannya sangat berbeda di lapangan.

Di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangan terhadap terminal minyak Rusia di St Petersburg, yang digambarkan sebagai infrastruktur kunci yang mendukung perang Rusia. Serangan tersebut bertujuan untuk merusak kemampuan Rusia dalam melanjutkan invasi yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Gubernur St Petersburg melaporkan bahwa kota tersebut mengalami serangan drone besar-besaran, yang menandakan eskalasi lebih lanjut dari konflik yang sedang berlangsung.

Perkembangan terbaru ini menambah ketegangan di kawasan Eropa Timur dan menunjukkan bahwa kedua belah pihak akan terus berupaya untuk meningkatkan serangan satu sama lain. Sementara itu, kekhawatiran mengenai keselamatan warga sipil di Ukraina terus meningkat, seiring dengan serangan yang semakin intensif dan tidak terduga.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.