Sorot Jogja – Jakarta, Senin (17/8) pagi, menjadi saksi bisu dari kemeriahan Kirab Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Monas. Dalam prosesi megah ini, Kereta Kencana Garuda Prabayaksa membawa bendera pusaka dan teks Proklamasi dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka. Acara ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Kereta kencana Garuda Prabayaksa, yang didesain khusus di Sleman, Yogyakarta, menampung dua siswa berbakat, Bianca Sultana Najwa dari SMAN 82 Jakarta yang membawa bendera pusaka dan Aliah Sakira dari SMAN 14 Makassar yang memegang naskah Proklamasi. Keduanya merupakan Purna Paskibraka Duta Pancasila 2025. Prosesi diawali dengan penyerahan bendera pusaka dan naskah Proklamasi di Ruang Kemerdekaan, Monas, sebelum kedua benda bersejarah ini diberangkatkan menuju Istana Merdeka.
Acara ini turut disaksikan oleh ribuan masyarakat yang memadati kawasan Monas. Dalam perjalanan, Kereta Kencana ini dikawal ketat oleh 45 pasukan motoris Polisi Militer, serta drum corps dari Akademi Kepolisian. Di samping itu, 114 Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe dan 78 pasukan Kerajaan Nusantara juga turut ambil bagian dalam pengawalan, menjadikan Kirab Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Monas semakin megah dan teramat berkesan.
Polda Metro Jaya mengerahkan 13.859 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian acara, dengan fokus pengamanan di kawasan Monas dan Bundaran Hotel Indonesia. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa pengamanan ini melibatkan berbagai instansi, termasuk TNI dan pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara.
Menariknya, dalam prosesi kirab ini juga digunakan motor listrik Zero SR/S sebagai bagian dari pengawalan. Sebanyak 30 unit motor listrik ini menunjang keberlangsungan acara dengan kemampuan ramah lingkungan yang tinggi. Motor ini mampu mencapai kecepatan maksimal 200 km/jam dan memberikan kesan modern dalam rangkaian tradisi yang sarat makna.
Kirab Kereta Kencana Garuda Prabayaksa juga menjadi penutup rangkaian Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka. Dalam prosesi ini, Bendera Merah Putih dan naskah Proklamasi dibawa kembali ke Monas dengan pengawalan pasukan berkuda TNI. Nama Garuda Prabayaksa sendiri memiliki makna yang dalam, yaitu ‘cahaya yang besar’, melambangkan harapan dan masa depan bangsa.
Menjelang malam, suasana di Monas semakin meriah dengan persiapan Pesta Rakyat. Masyarakat mulai berdatangan untuk menikmati karnaval dan acara hiburan lainnya. Panggung Harmoni Nusantara telah disiapkan untuk menampilkan kesenian rakyat dalam rangka merayakan kemerdekaan bersama. Dengan berbagai ornamen dan bendera berkibar di sekitar, semangat kemerdekaan terasa sangat kental di hati setiap pengunjung.
Dengan demikian, Kirab Merah Putih HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Monas bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan dan kebersamaan seluruh rakyat Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
