Sorot Jogja – Riset SSI: Komunikasi pemerintah masih bertumpu Prabowo, peran menteri minim [titlebase] menunjukkan bahwa dalam pemerintahan saat ini, Presiden Prabowo Subianto menjadi figur sentral yang mendominasi komunikasi publik. Melalui hasil pemantauan digital yang dilakukan oleh Sintesa Strategi Indonesia (SSI), terlihat bahwa persepsi publik lebih banyak terfokus pada Presiden dibandingkan dengan menteri-menteri lainnya.

Dalam periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026, SSI mencatat total 231 juta pembicaraan terkait nama Prabowo di berbagai platform sosial media, namun hanya sekitar 33 juta yang menyebutkan menteri dan wakil presiden. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada banyak agenda sektoral yang diusung oleh kabinet, komunikasi tersebut tidak terintegrasi dengan baik dan tidak menonjolkan kontribusi kolektif menteri-menteri dalam pemerintahan.

Baca juga:

Salah satu menteri yang mendapatkan perhatian positif adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Dengan kontribusi sentimen positif yang signifikan, Bahlil mencatatkan sekitar 40,1 persen percakapan bersifat positif, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan figur lain di kabinet. Temuan ini mengindikasikan bahwa jika komunikasi antar menteri diperkuat, kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa meningkat lebih lanjut.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menekankan pentingnya kedaulatan digital melalui pengelolaan infrastruktur satelit. Ia berpendapat bahwa penguatan ekosistem satelit nasional sangat penting untuk ketahanan informasi dan komunikasi Indonesia. Namun, meskipun isu ini sangat strategis, komunikasi terkait hal ini tidak terlihat terintegrasi dengan komunikasI publik pemerintah secara keseluruhan.

Di sisi lain, anggota DPR Rizki Faisal juga menggarisbawahi pentingnya sinergi komunikasi dalam kabinet. Menurutnya, komunikasi yang terintegrasi dapat membuat berbagai program strategis Presiden lebih mudah dipahami masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa ada ruang besar untuk perbaikan dalam cara menteri berkomunikasi dengan publik.

Baca juga:

Riset SSI: Komunikasi pemerintah masih bertumpu Prabowo, peran menteri minim [titlebase] juga mengindikasikan bahwa meskipun Prabowo masih memiliki persepsi positif dari publik, ada tantangan dalam memastikan bahwa semua anggota kabinet dapat berkontribusi dalam membangun citra positif pemerintah. Hal ini menjadi penting, terutama dalam konteks dinamika koalisi pemerintahan.

Ketidakaktifan menteri dalam berkomunikasi secara aktif dapat menjadi penghalang bagi pertumbuhan kepercayaan publik. Dengan hanya mengandalkan satu sosok, yaitu Prabowo, untuk menjelaskan kebijakan dan keberhasilan pemerintah, kabinet berisiko kehilangan kredibilitas kolektif. Masyarakat mungkin merasa kebijakan yang diambil tidak mencerminkan suara atau tindakan dari seluruh kabinet.

Untuk itu, diperlukan upaya kolektif dari seluruh menteri untuk meningkatkan komunikasi dan memperkuat citra pemerintah. Hal ini tidak hanya akan mengurangi beban komunikasi di pundak Presiden tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam memahami kebijakan yang diambil.

Baca juga:

Dengan memperkuat kolaborasi dalam komunikasi publik, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan dapat meningkat, dan setiap kebijakan yang diambil oleh kabinet dapat lebih mudah diterima dan dipahami oleh publik. Riset SSI: Komunikasi pemerintah masih bertumpu Prabowo, peran menteri minim [titlebase] menjadi pengingat bahwa setiap anggota kabinet memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.