Sorot Jogja – Kapal kargo diserang di Selat Hormuz, PBB setop sementara operasi pengawalan.
Jumlah pelayaran di Selat Hormuz turun drastis setelah serangan antara AS dan Iran, dengan hanya 38 kapal pada Sabtu dan 22 kapal pada Minggu menurut data Kpler.
AS menyerang fasilitas rudal dan drone Iran di dekat Selat Hormuz, dibalas oleh IRGC yang menyerang markas militer AS di Kuwait dan Bahrain hingga merusak sejumlah fasilitas penting.
Kedua negara sepakat menghentikan serangan serta menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, dan akan melanjutkan negosiasi damai di Doha pada 30 Juni 2026.
Lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz mulai bergerak lebih lambat dari biasanya setelah dua kapal diserang dalam beberapa hari terakhir.
Insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia.
Sejumlah kapal masih melintasi Selat Hormuz selama akhir pekan, namun laju pelayaran belum kembali normal karena sebagian operator kapal, perusahaan asuransi, dan penyewa kapal masih berhati-hati menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan.
Platform pemantauan maritim Windward mencatat sebanyak 40 kapal melintasi Selat Hormuz pada 27 Juni, terdiri atas 24 kapal yang memasuki Teluk Persia dan 16 kapal yang keluar menuju pasar internasional.
Sementara itu, Joint Maritime Information Center (JMIC) menaikkan tingkat ancaman keamanan maritim di Selat Hormuz menjadi “substantial” atau tinggi setelah serangan terhadap dua kapal tersebut.
Perundingan antara AS dan Iran di Doha akan membahas sengketa terkait Selat Hormuz.
AS dan Iran telah sepakat menghentikan serangan serta akan kembali menggelar perundingan di Doha pekan ini guna membahas sengketa terkait Selat Hormuz.
Meski sebagian aktivitas pelayaran mulai kembali berjalan, serangan terbaru menunjukkan proses normalisasi di jalur strategis tersebut masih berlangsung rapuh dan rentan terhadap eskalasi baru.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
