Sorot Jogja – Konflik terus melebar ke Tanduk Afrika, Houthi ancam serang Israel yang parkir kapal selam di Somaliland. Pada saat yang sama, Jepang telah memperkuat armada lautnya dengan mengoperasikan kapal perang generasi terbaru yang mengedepankan teknologi siluman dan otomatisasi. Senin (29/6), Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) resmi menerima kapal fregat JS Nagara, kapal ke-10 dari kelas Mogami (FFM), melalui upacara penyerahan di galangan Mitsubishi Heavy Industries, Nagasaki.

Kapal perusak kelas Mogami ke-10 dari Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, ditugaskan pada 29 Juni. Foto tersebut berasal dari upacara peluncuran pada 19 Desember 2024 (Mitsubishi Heavy Industries)

Baca juga:

JS Nagara akan ditempatkan di Pangkalan Kure, Prefektur Hiroshima, dan bergabung dengan Satuan Patroli Pertahanan ke-2 yang telah mengoperasikan kapal sekelasnya, JS Niyodo. Kelas Mogami merupakan fregat paling modern yang dimiliki Jepang saat ini. Kapal berbobot sekitar 3.900 ton tersebut dirancang menggunakan teknologi stealth dengan desain lambung yang mampu mengurangi pantulan radar sehingga lebih sulit terdeteksi dibanding kapal perang konvensional.

JS Nagara mulai dibangun pada Juli 2023, diluncurkan pada Desember 2024, dan kini resmi memasuki masa operasional. Nilai pembangunan kapal ini diperkirakan mencapai sekitar 52,3 miliar yen. Selain mengusung teknologi siluman, kapal ini telah dilengkapi Vertical Launch System (VLS) atau sistem peluncur rudal vertikal yang memungkinkan berbagai jenis rudal ditembakkan secara cepat. Pada tahap berikutnya, Jepang juga akan melengkapi kapal ini dengan kendaraan nirawak bawah laut (UUV) dan kendaraan nirawak permukaan (USV).

Baca juga:

Salah satu keunggulan utama kelas Mogami adalah tingkat otomatisasinya yang sangat tinggi. Jika kapal perusak Jepang generasi sebelumnya membutuhkan sekitar 200 awak, JS Nagara hanya memerlukan sekitar 90 personel. Seluruh sistem tempur, sensor, dan navigasi dikendalikan melalui pusat komando digital yang terintegrasi sehingga kebutuhan personel dapat ditekan secara signifikan.

Konflik melebar ke Tanduk Afrika, Houthi ancam serang Israel yang parkir kapal selam di Somaliland, sedangkan Jepang terus meningkatkan potensi militer dengan kapal perang generasi terbaru yang mengedepankan teknologi siluman dan otomatisasi.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.