Sorot Jogja – RAZMAN Nasution pindah sel blok khusus, alami gangguan kesehatan hingga berat badan 120 kg [titlebase]. Setelah resmi dieksekusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang pada 25 Juni 2026, Razman Nasution kini menjalani masa hukuman selama 1 tahun 6 bulan. Eksekusi ini dilakukan setelah Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan terkait kasus pencemaran nama baik terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea.
Di balik proses hukum yang dialaminya, Razman dilaporkan mengalami kondisi kesehatan yang cukup serius. Kepala Lapas Cipinang, Syarpani, mengungkapkan bahwa Razman memiliki berat badan mencapai 120 kg dan mengalami gangguan kesehatan, termasuk gejala stroke ringan serta kecemasan. Kondisi ini membuat pihak lapas memutuskan untuk menempatkannya di sel khusus bersama dua warga binaan lainnya yang juga memiliki masalah kesehatan.
Syarpani menjelaskan bahwa penempatan Razman di blok khusus dilakukan berdasarkan hasil asesmen kesehatan yang menunjukkan perlunya perhatian medis. “Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan yang menyeluruh. Razman memerlukan perawatan khusus karena riwayatnya yang berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah dan gejala stroke,” ungkapnya.
Di sisi lain, perseteruan antara Hotman Paris dan Razman Nasution tampaknya belum mereda. Hotman mengkritik penempatan Razman di Lapas Cipinang, menuduh bahwa Razman mendapatkan fasilitas istimewa yang tidak seharusnya diterima oleh narapidana. Hotman bahkan berencana untuk melakukan somasi terhadap Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, menuntut agar Razman dipindahkan ke ruang tahanan biasa.
Kritik dari Hotman berfokus pada prosedur penempatan Razman, di mana setiap narapidana baru seharusnya menjalani Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) selama dua minggu di sel komunal. Namun, Razman langsung ditempatkan di kamar khusus. Hotman menyatakan bahwa alasan yang diberikan pihak lapas terkait kondisi fisik Razman yang berat badannya mencapai 170 kg adalah tidak masuk akal, mengingat Razman selama ini dikenal dengan tubuh besar namun tetap aktif.
Dengan kondisi kesehatan yang semakin memprihatinkan, Razman kini berharap dapat menjalani perawatan dan rehabilitasi yang sesuai di dalam lapas. Syarpani menegaskan bahwa hak kesehatan semua warga binaan harus dipenuhi tanpa diskriminasi, menyiratkan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang manusiawi kepada semua narapidana.
Seiring dengan berjalannya waktu, diharapkan Razman dapat menjalani proses pembinaan yang baik dan kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Penempatan Razman di blok khusus ini menunjukkan perhatian pihak lapas terhadap kesehatan mental dan fisiknya, namun juga memunculkan kritik dari pihak luar yang mempertanyakan keadilan dalam sistem pemasyarakatan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
